Malang Tetapkan Satus Tanggap Darurat Bencana Gempa

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah rumah ambruk akibat gempa bumi berkekuatan 6,1 Magnitudo di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, 10 April 2021. Sejumlah rumah roboh berada di tujuh kecamatan yakni Tempursari, Pronojiwo, Gucialit, Pasrujambe, Yosowilangun, Senduro dan Tekung. Foto: Istimewa

    Sejumlah rumah ambruk akibat gempa bumi berkekuatan 6,1 Magnitudo di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, 10 April 2021. Sejumlah rumah roboh berada di tujuh kecamatan yakni Tempursari, Pronojiwo, Gucialit, Pasrujambe, Yosowilangun, Senduro dan Tekung. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Malang - Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur menetapkan status tanggap darurat gempa bumi pasca-terjadinya gempa berkekuatan magnitudo 6,1, pada Sabtu, 10 April 2021, sekitar pukul 14.00 WIB.

    Baca:
    Sumber Gempa Malang, Ahli di BMKG dan ITB Berbeda Pendapat

    Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono, Sabtu malam mengatakan, sebanyak 21 kecamatan di wilayah tersebut terdampak gempa dengan pusat gempa di barat daya daerah itu.

    “Kami menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi,” kata Sadono di Malang.

    Sebanyak 21 kecamatan tersebut, lanjut Sadono, beberapa di antaranya adalah di Gondanglegi, Sumberpucung, Gedangan, Turen, Dampit dan Poncokusumo. Selain itu juga di Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Wagir, Wajak, dan Jabung.

    Gempa yang mengguncang beberapa wilayah di Jawa Timur tersebut, menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia. Di Kabupaten Malang, tercatat ada tiga korban yang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi itu.

    Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, hingga pukul 22.00 WIB, Sabtu, selain menyebabkan tiga orang meninggal dunia, tercatat ada delapan orang mengalami luka-luka.

    Selain itu, tercatat kerusakan terjadi pada 14 unit sekolah, delapan unit fasilitas kesehatan dan enam unit fasilitas umum. Kemudian 355 unit rumah rusak ringan, 80 rumah rusak sedang, 27 rumah rusak ringan dan 26 rumah ibadah rusak.

    Sadono menambahkan, pihaknya telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pendataan, dan koordinasi lintas sektoral. Kemudian, BPBD Kabupaten Malang juga telah mendirikan posko tanggap darurat bencana. BPBD bersama TNI, Polri dan OPD terkait serta relawan telah diterjunkan ke lokasi untuk penanganan darurat bencana.

    “Ada sejumlah kebutuhan warga yang mendesak, seperti terpal, makanan dan minuman, termasuk pembersih puing-puing. Saat ini data korban gempa masih bergerak, dan terus dilakukan pembaharuan,” ujar Sadono.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.