Top 3 Tekno Berita Kemarin: Vaksin Nusantara dan Politik, Bunga Bangkai Berbuah

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti utama Uji Klinik Tahap II Vaksin Nusantara Kolonel Jonny menjelaskan tahapan penyuntikan Vaksin Nusantara di Gedung Cellcure Center RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, 14 April 2021. Tempo/Friski Riana

    Peneliti utama Uji Klinik Tahap II Vaksin Nusantara Kolonel Jonny menjelaskan tahapan penyuntikan Vaksin Nusantara di Gedung Cellcure Center RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, 14 April 2021. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin, Jumat 16 April 2021, terdiri dari tiga artikel yang beragam. Ada soal pro kontra uji klinis Vaksin Nusantara, tips untuk mengadukan polisi nakal, tapi yang jadi pemuncak adalah penemuan bunga bangkai yang memiliki buah.

    Artikel soal penemuan Bunga Bangkai mengungkap penemuan langka di Jorong Aia Tabik, Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bunga bangkai yang ditemukan berbuah seperti kelapa sawit merah. Biasanya, bunga bangkai usai mekar akan mengerucut kembali dan mati. 

    Yang kedua terpopuler kemarin adalah tips info aplikasi Propam Presisi yang diluncurkan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia berharap, dengan adanya aplikasi ini akan membuat Polri berbenah diri.

    Tentang Vaksin Nusantara, seorang epidemiolog menuturkan harapannya atas peran DPR RI. Seperti diketahui, BPOM mensyaratkan sejumlah tindakan korektif atas metode riset vaksin oleh tim mantan Menkes Terawan Agus Putranto itu sebelum memperbolehkan uji klinis berlanjut ke tahap berikutnya.

    Berikut Top 3 Tekno Berita Kemarin, Jumat 16 April 2021, selengkapnya,

     

    1. Diteliti, Bunga Bangkai Berbuah Mirip Sawit di Agam Sumatera Barat

    Bunga bangkai jenis Amorphophallus titanum ditemukan memiliki buah pada ujung batangnya. Penemuan langka ini didapati di kawasan ladang milik warga di Jorong Aia Tabik, Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    "Bunga bangkai unik ini tumbuh di ladang milik Pakiah (62), dia melapor kepada saya ketika melihatnya sekitar sepekan yang lalu," kata warga setempat Win Choto (58) di Kamang, Kamis 15 April 2021.

    Bunga bangkai berbuah yang ditemukan di ladang milik warga Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dari sejumlah temuan sebelumnya, ini adalah yang pertama bunga bangkai memiliki buah, (ANTARA/HO)

    Bunga bangkai yang ditemukan berbuah seperti kelapa sawit merah itu tepatnya tumbuh di daerah perbukitan yang berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman warga. Menurut Win, keberadaan buah baru kali ini ditemukan dari sejumlah temuan bunga sejenis yang tumbuh di nagari itu.

    2. Mau Mengadukan Polisi Nakal? Laporkan Lewat Aplikasi Propam Presisi

    Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sejumlah aplikasi layanan digital. Kali ini Listyo Sigit mengeluarkan aplikasi Propam Presisi untuk android maupun Apple. Aplikasi ini bertujuan untuk melayani pengaduan masyarakat terkait kinerja anggota polisi.

    Peluncuran aplikasi ini juga diumumkan melalui kanal Twitter Divisi Humas Polri, @DivHumas_Polri yang menuliskan, “Propam Presisi Kurang puas dengan pelayanan dan perilaku anggota Polri? Sobat Polri dapat membuat laporan dan pengaduan dengan mengunduh aplikasi “Program Presisi” di Play Store atau App Store lohh…”

    Sigit yang sadar akan era keterbukaan, alasan lain dari pembuatan aplikasi ini juga menjadi pengawasan anggota polri yang berada di dalam lingkup internal. Menurutnya keterbukaan ini penting untuk mengetahui secara utuh pendapat publik terhadap Polri. Dengan adanya aplikasi ini akan membuat Polri berbenah diri.

    3. Soal Vaksin Nusantara, Begini Epidemiolog UGM Nasihati DPR RI

    Kalangan anggota DPR RI selaku wakil rakyat diharap dapat menjalankan peran yang tepat dalam polemik Vaksin Nusantara. Mereka diingatkan kembali tentang prosedur penelitian ilmiah terutama dalam produksi vaksin Covid-19.

    Politikus senior Partai Golkar Aburizal Bakrie menerima penyuntikan vaksin sel dendritik SARS-CoV-2 atau Vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Jumat, 16 April 2021. Penyuntikan dilakukan langsung oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Foto: Istimewa.

    Peran DPR yang diharapkan atas riset Vaksin Nusantara itu terdiri dari dua macam. Pertama, memastikan penelitian yang dipimpin mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu mengikuti tuntunan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mengawal prosedur penelitian ilmiah tersebut.

    Seperti diketahui, BPOM mensyaratkan sejumlah tindakan korektif atas metode sebelum riset diizinkannya melangkah ke uji klinis fase dua. Syarat diberikan setelah menerima laporan hasil uji klinis fase pertama pada bulan lalu.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.