Lebaran Pertama: Kasus Covid-19 Yogya Bertambah 105, 4 Meninggal

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DI Yogyakarta berpatroli di hari pertama Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan masyarakat atau PPKM pada Senin, 11 Januari 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Petugas Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DI Yogyakarta berpatroli di hari pertama Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan masyarakat atau PPKM pada Senin, 11 Januari 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut kasus positif di wilayah itu masih bertambah bertepatan momen Lebaran hari pertama, Kamis, 13 Mei 2021.

    "Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 DIY hari ini sebanyak 105 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 41.680 kasus," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY Berty Murtiningsih Kamis.

    Sumbangan kasus baru Lebaran pertama di DIY ini paling tinggi dari Kabupaten Bantul sebanyak 44 kasus, disusul Kabupaten Sleman 23 kasus, dan Kabupaten Kulon Progo 17 kasus. Kasus tambahan terkonfirmasi Covid-19 dari Kota Yogyakarta sendiri sebanyak 12 kasus dan Kabupaten Gunungkidul 9 kasus.

    Adapun penambahan kasus meninggal akibat Covid-19 yang tercatat pada Lebaran hari pertama ini sebanyak empat kasus sehingga jika ditotal kasus meninggal dunia akibat virus itu di DIY menjadi 1.045 kasus.

    Berty merinci dari kasus meninggal Kamis, sebanyak tiga orang berdomisili di Kabupaten Sleman dan satu orang dari Kota Yogyakarta. Rentang usia mereka yang meninggal 59-78 tahun.

    "Penambahan kasus sembuh hari ini sebanyak 240 kasus, sehingga total sembuh menjadi 37.937 kasus," kata Berty.

    Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan pada masa Lebaran ini warga kota diimbau tidak saling berkunjung meskipun perjalanan antar kota/kabupaten di DIY diperbolehkan.

    "Bagi warga yang menerima tamu dari warga DIY saat Lebaran kami minta melapor ke posko PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro di wilayah masing-masing," kata Heroe.

    Heroe menyatakan sesuai dengan surat edaran Gubernur DIY terkait mudik lokal, Pemkot Yogyakarta mengawasi pada tingkat wilayah yang lebih kecil yakni PPKM mikro.

    Pada surat edaran gubernur, kata dia, juga mensyaratkan pemudik lokal harus ada surat rapid tes maupun genose.

    Sedangkan di tingkat Kota Yogyakarta, warga yang menerima tamu saat Lebaran wajib lapor ke posko PPKM.

    “Kalau dimungkinkan sebaiknya tidak saling kunjung. Kalau tidak dimungkinkan, penuhi saja persyaratan supaya semua merasa selamat dan nyaman," kata Heroe terkait pencegahan Covid-19.

    Baca:
    Vaksin mRNA dan Vektor Diyakini Mampu Lawan Varian Virus Covid-19 India


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.