Covid-19 Klaster SD Gunungkidul, Penularan Terjadi 2 Hari Setelah PTM Terbatas

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul menyatakan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah di wilayah itu secara umum tetap berjalan. Dinas memastikan itu meski terjadi penularan kasus baru Covid-19 klaster SDN di Kecamatan Panggang.

    "Kegiatan PTM terbatas yang dihentikan sementara hanya di SD Panggang itu, untuk sekolah lainnya tetap berjalan sesuai ketentuan," ujar
    Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul Gunungkidul Ali Ridlo saat dihubungi, Sabtu 25 September 2021.

    Ali mengatakan, saat ini tracing masih berjalan di antara seluruh siswa kelas V dan VI SDN itu yang memang sudah menggelar tatap muka pada September ini. Sebanyak tujuh siswa yang telah diketahui positif terinfeksi hingga Jumat lalu telah seluruhnya menjalani isolasi mandiri. 

    Camat Panggang Winarno menuturkan SDN sudah tutup kembali pascatemuan kasus positif tersebut. Sekolah itu disebutnya mulai ikut menggelar pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas pada 13 September lalu, "Tapi dua hari kemudian (15 September) kasus sudah ditemukan," kata Winarno.

    Awalnya, kata Winarno, ada tiga siswa dari kelas V yang teridentifikasi positif Covid-19. Puskesmas setempat langsung menggelar tes bagi seluruh 25 siswa di kelas itu dan dilanjutkan ke siswa kelas VI pada pekan ini. 

    Winarno menuturkan sumber penularan di klaster SDN Panggang telah terlacak yakni seorang Guru TK. Yang bersangkutan pergi menengok kerabatnya yang sakit di Klaten, Jawa Tengah, pada awal September dan sekembalinya langsung menunjukkan gejala Covid-19. "Keluarga guru itu termasuk anaknya juga positif," ujar Winarno.

    Anak dari guru TK itu merupakan teman dekat dari siswa SDN Panggang yang setiap hari bermain bersama. Tak menyadari dirinya tertular Covid-19, siswa ini pun masuk sekolah untuk pembelajaran tatap muka dan mulai menulari teman-temannya. 

    Baca juga:
    Uji Klinis Vaksin Covid-19 untuk Anak Kecil, Ada Kasus Blood Clotting


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.