PT Inti Tawarkan E-KTP Reader untuk Mencegah Pencurian Data

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perangkat e-KTP Reader terintegrasi Android. Kredit: PT Inti

    Perangkat e-KTP Reader terintegrasi Android. Kredit: PT Inti

    TEMPO.CO, Bandung - PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) menawarkan produk E-KTP Reader untuk mencegah pencurian data dengan kemampuannya membaca data KTP elektronik secara mandiri sekaligus dapat berintegrasi dengan banyak perangkat lainnya.

    Perangkat tersebut diklaim memenuhi standar Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 76 Tahun 2020 sehingga bisa dipergunakan untuk pemilihan kepala desa serentak via elektronik, memenuhi standardisasi yang ditentukan BPPT dan BSSN, serta memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 32,04 persen.

    “Berbekal sertifikasi ini, produk e-KTP Reader dapat dinyatakan aman untuk implementasi berbagai transaksi yang membutuhkan verifikasi KTP Elektronik, terutama terkait kerahasiaan data. Inilah salah satu esensi One Single Identity,” kata Direktur Utama PT INTI Otong Iip, dikutip dari keterangannya, Kamis, 14 Oktober 2021.

    KTP Elektronik memiliki chip contactless yang berisi semua data kependudukan berupa kombinasi biometrik yang menjadi basis One Single Identity. Data dalam chip tersebut terenkripsi sedemikian rupa sehingga tidak bisa sembarangan dibaca. Data tersebut hanya bisa dibaca menggunakan Security Access Modul (SAM) yang tertanam dalam E-KTP Reader.

    Iip mengatakan, E-KTP Reader tersebut memiliki modul keamanan yang memungkinkan mencegah upaya kejahatan seperti penipuan, pemalsuan, hingga penggandaan kartu identitas. Sistem ini diklaim memudahkan pelacakan jika terjadi upaya kejahatan.

    “Selain karena soal kemampuan menjaga kerahasiaan data, e-KTP Reader sangat diunggulkan karena dapat diintegrasikan dengan berbagai perangkat dan aplikasi, untuk transaksi apapun,” kata dia.

    Perangkat E-KTP Reader juga mendukung sistem terintegrasi dari berbagai aplikasi yang sudah ada, di antaranya validasi kependudukan, verifikasi untuk pemungutan suara berbasis elektronik, aplikasi perbankan, sistem buku tamu perusahaan, sistem milik EDC (Electronic Data Capture), hingga Vending Machine.

    Fleksibilitas tersebut yang memungkinkan perangkat ini bisa dimanfaatkan luas untuk beragam bidang industri yang menggunakan data kependudukan sebagai jembatan transaksinya. Perangkat E-KTP Reader buatan PT INTI tersebut misalnya sudah dimanfaatkan sejumlah bank dan lembaga pemerintah untuk membantu pendokumentasian transaksi, hingga validasi identitas nasabah.

    Perangkat E-KTP Reader tersebut juga dimanfaatkan dalam implementasi pemilihan kepala desa lewat e-voting. Perangkat E-KTP Reader misalnya dimanfaatkan dalam penggunaan teknologi e-voting pada pemilihan kepala desa di lebih dari 2.000 desa di 27 kabupaten hingga akhir 2020. 

    Iip mengatakan, perangkat E-KTP Reader saat ini juga tengah naik daun di tengah maraknya isu pencurian identitas. “Di tengah maraknya aksi pencurian identitas di masyarakat, PT INTI melihat sebuah peluang bisnis yang sangat besar untuk menangkal hal tersebut. Bahkan, e-KTP Reader ini juga dapat menumbuhkan berbagai industri pendukung. Maka kami pun kian aktif menggenjot produksi dan pemasaran e-KTP Reader,” kata dia.

    PT INTI mencatat sejak pemasaran pertamanya di awal tahun 2015, PT INTI telah memasarkan produk E-KTP Reader sebanyak 12.463 unit. Hingga akhir tahun ini PT INTI menargetkan penjualan lebih dari 1.100 unit, atau naik 34,5 persen dari penjualannya di tahun 2020 lalu sebanyak 815 unit.

    Saat ini PT INTI memproduksi empat tipe E-KTP Reader, yakni IDentik yakni varian standalone perangkat E-KTP Reader, E-KTP Reader Android Mobile Point of Sales (MPOS) yang terintegrasi dengan aplikasi berbasis Android, INTI Smart Defined Reader (INTI-SDR) sebagai varian handheld device, serta INTI Smart Reader Modular atau INTI-SRM versi sebagai perangkat modular untuk ditambahkan pada perangkat lainnya diantaranya mesin ATM.

    Baca:
    Erick Thohir Rombak Jajaran Dewan Komisaris PT Inti

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.