Cara Kemendikbud Cegah Hepatitis Akut di Sekolah

Reporter

Editor

Devy Ernis

Siswa mengikuti halal bilhalal usai libur lebaran di SDN Cipayung 03, Jakarta, Kamis 12 Mei 2022. Pemprov Jakarta tetap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen dimulai 12 Mei 2022, meski dihantui penyakit hepatitis akut misterius. Setiap sekolah yang menggelar PTM 100 persen harus tetap menerapkan protokol kesehatan ketat seperti memakai masker dan mencuci tangan. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memastikan pemantauan kasus hepatitis akut di sekolah terus berjalan sesuai dengan tata laksana yang berlaku. “Kami memastikan sekolah melaporkan penemuan gejala kepada puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekatnya. Ini yang perlu dilakukan oleh masing-masing sekolah apabila ada temuan kasus di sekolah,” kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbudristek Anang Ristanto dalam diskusi bertajuk “Hepatitis Akut Dicegah, Sekolah PTM Aman” yang diikuti secara daring Senin, 23 Mei 2022.

Anang menekankan pemantauan tersebut dilakukan lewat koordinasi antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Kesehatan. Pemantauan dilakukan guna mengawasi dan mencegah terjadinya penularan hepatitis akut terjadi selama pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung.

Sambil melakukan pemantauan perkembangan hepatitis akut, Kementerian Pendidikan juga melakukan langkah pencegahan dengan menyiapkan media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada seluruh warga sekolah yang berisikan optimalisasi perilaku hidup sehat.

“Kami juga menyiapkan komunikasi tentang mekanisme penanganan dan rujukan gejala-gejala hepatitis akut dan penyakit menular lainnya yang ditemukan di sekolah,” ujar Anang.

Lebih lanjut Anang menjelaskan, KIE itu berisikan mengenai sosialisasi pada anak untuk membiasakan konsumsi makanan sehat, meningkatkan aktivitas fisik secara rutin, menciptakan lingkungan sekolah yang sehat serta protokol kesehatan pada makanan dan minuman di sekolah.

Untuk mengoptimalisasi unit kesehatan sekolah di setiap madrasah atau satuan pendidikan, pihaknya mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan, termasuk mengintegrasikan proses pembelajaran dengan edukasi gizi.

“Pendidikan ketrampilan hidup yang sehat ini juga kami lakukan dengan pembinaan kader kesehatan sekolah antara lain Palang Merah Remaja,” ucap dia.

Anang juga memastikan berbagai bentuk pelayanan kesehatan akan dijalankan guna melindungi anak dari hepatitis akut dengan imunisasi, penjaringan kesehatan sekaligus pemeriksaan berkala.

Optimalisasi kebun sekolah dan program kemitraan pengelolaan sampah serta sanitasi sekolah juga dijalankan untuk mewujudkan lingkungan kantin dan sekolah yang bersih dan sehat. “Kami juga mengimbau kepada pedagang maupun warga di lingkungan sekolah menerapkan pola hidup yang sehat dan bersih,” kata dia.

Baca juga: Penutur Bahasa Indonesia Capai 300 Juta Jiwa di Dunia






Dikenal sebagai Tanaman Liar, Berikut 5 Manfaat Daun Putri Malu untuk Kesehatan

17 jam lalu

Dikenal sebagai Tanaman Liar, Berikut 5 Manfaat Daun Putri Malu untuk Kesehatan

Bagi sebagian besar orang, umumnya mengira tanaman putri malu hanya tumbuhan liar yang tidak memiliki manfaat sama sekali. Namun siapa yang menyangka ternyata putri malu ini memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.


Dukung Pendidikan Vokasi, PermataBank Gelar Unite for Education Forum 2023

2 hari lalu

Dukung Pendidikan Vokasi, PermataBank Gelar Unite for Education Forum 2023

UFE 2023 kali ini mengusung tema The Future of Vocational Education and Inclusivity untuk mengadvokasi pendidikan vokasi lebih baik.


Mahasiswa Vokasi Kini Bisa Ikut di Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

10 hari lalu

Mahasiswa Vokasi Kini Bisa Ikut di Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Pada tahun ini PMM dibuka untuk kampus vokasi.


5.133 Relawan Bakal Dampingi Calon Mahasiswa Daftar KIP Kuliah

12 hari lalu

5.133 Relawan Bakal Dampingi Calon Mahasiswa Daftar KIP Kuliah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyambut 5.133 relawan KIP Kuliah.


Mau Ikut Program Magang Merdeka? Ini 6 Hal yang Perlu Dipersiapkan

13 hari lalu

Mau Ikut Program Magang Merdeka? Ini 6 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka Batch 4 segera dimulai. Ini yang perlu kalian persiapkan.


Beasiswa ke Cina S1-S3 dari Shanghai Ocean University 2023, Cek Syaratnya

16 hari lalu

Beasiswa ke Cina S1-S3 dari Shanghai Ocean University 2023, Cek Syaratnya

Shanghai Ocean University membuka pendaftaran beasiswa S1-S3. Cek syaratnya.


Dirjen Dikti: Matching Fund Kedaireka, Program Kolaborasi Terbaik Perguruan Tinggi dan Industri

17 hari lalu

Dirjen Dikti: Matching Fund Kedaireka, Program Kolaborasi Terbaik Perguruan Tinggi dan Industri

Nizam semakin merasa yakin bahwa Matching Fund Kedaireka, yakni program kolaborasi inovasi antara perguruan tinggi dan industri semakin berjalan baik


FTUI Buat Alat Sortir Telur Otomatis, Harga Rp 30 Juta Bisa Proses 6 Ribu Telur per Jam

22 hari lalu

FTUI Buat Alat Sortir Telur Otomatis, Harga Rp 30 Juta Bisa Proses 6 Ribu Telur per Jam

FTUI merancang alat sortir telur otomatis yang dapat memproses 6 ribu telur per jam atau dua kali lebih banyak dari cara konvensional.


Unila Buka Lowongan Kerja 204 Formasi PPPK, Cek Syaratnya

26 hari lalu

Unila Buka Lowongan Kerja 204 Formasi PPPK, Cek Syaratnya

Kementerian Pendidikan membuka 204 formasi PPPK di Unila yang meliputi 13 formasi bagi tenaga pendidikan dan 191 untuk dosen.


7.948 Orang Dinyatakan Lulus Program Guru Penggerak Angkatan 4

29 hari lalu

7.948 Orang Dinyatakan Lulus Program Guru Penggerak Angkatan 4

Sebanyak 7.948 peserta dinyatakan lulus sebagai Guru Penggerak angkatan 4. Didorong menjadi kepala sekolah.