Strategi XL Merebut Pelanggan BlackBerry  

Reporter

Editor

BlackBerry XL

TEMPO Interaktif, Jakarta: Di lounge Euphoria, gedung Menara Prima, Mega Kuningan, Jakarta, Joy Wahyudi, Direktur Komersial PT Excelcomindo Pratama (XL) menebarkan wajah cerahnya. Senyumnya hangat. Seperti "lupa" bahwa dunia sedang dililit krisis ekonomi.

Ya, XL tidak sedang krisis. Bahkan, pelanggannya BlackBerry mereka melonjak 300 persen menjadi 30 ribu. Padahal, mereka adalah pemain baru di kelas ini.

Saat XL masuk di pasar BlackBerry pada 2007, Indosat sudah lebih dulu bercokol di sana. Mereka sudah tiga tahun menguasai pasar itu. Pasar korporat--ya BlackBerry awalnya lebih banyak dipakai oleh para bos-bos perusahaan multinasional yang membuka cabang di Indonesia--dikuasai Indosat.

Waktu itu pasar BlackBerry juga seret. Tiga tahun menggarap pasar Indosat hanya bisa meraih pelanggan kurang dari 10 ribu pengguna.

XL datang dengan mengincar pasar pengguna perorangan. Merekalah pertama yang menawarkan layanan BlackBerry kepada perorangan yang tak memiliki server korporat yang kompatibel dengan BlackBerry Server. "Siapa pun bisa memiliki BlakcBerry," begitu prinsip mereka. Asal, punya akun email di Yahoo! atau Gmail.

Padahal waktu itu Indosat masih menawarkan paket BlackBerry kepada korporat dengan syarat ribet. Contohnya, pengguna harus korporat yang memiliki email server yang mendukung BlackBerry Server. Ini artinya hanya perusahaan kaya yang memiliki email server dengan menggunakan Windows Server atau Lotus Domino saja yang bisa. Perusahaan yang memakai email server dengan software Linux dan Squirrel, maaf saja tak bisa. Padahal harga lisensi Windows Server atau Lotus Domino tak murah. Lisensi BlackBerry Server juga mencapai US$ 6.000

XL rupanya tahu ada pasar kosong: pengguna email Yahoo! dan Gmail. Kehadiran XL ini langsung disambut pasar. Dan, p pelanggan akses layanan internet BlackBerry milik Excelcomindo Pratama (XL) melonjak 300 persen sejak meluncurkan akses prabayar dengan tarif harian empat bulan lalu.

"Sebelum meluncurkan paket harian prabayar, pelanggan BlackBerry XL cuma berkisar 9.000," kata Joy Wahyudi, Direktur Komersial XL di sela-sela peluncuran BlackBerry Curve 8900 di Euphoria Lounge, Jakarta, Selasa (10/2/2008). "Kini, pelanggannya telah mencapai 30 ribu dan ditargetkan jadi 100 ribu pada akhir tahun."

Trigger lonjakan pelanggan itu adalah tarif harian BlackBerry Rp 5.000 per hari. XL adalah operator pertama di dunia yang menawarkan tarif harian. Pelanggan, misalnya, Sabtu-Minggu tak ingin diganggu dengan BlackBerry mereka bisa "libur" dengan mengirim pesan ke XL. Hari Senin, mereka bisa mengaktifkan kembali. Paket ini disebu BB One

"Tarif harian Rp 5000 yang dianggap murah oleh pelanggan kami," ujarnya di sela peluncuran BlackBerry Curve 8900 di Euphoria Lounge.

Saat ini komposisi pelanggan, dari 30 ribu pelanggan, pelanggan prabayar porsinya 60 persen, pascabayar 10 persen, dan sisanya korporat 20 persen.

Meski pelanggan relatif direpotkan dengan metode pendaftaran prabayar, namun Joy berpendapat sebaliknya. Menurutnya karakter pengguna BlackBerry baru justru lebih senang dengan skema tagihan harian.

Selain tarif harian itu sebenarnya ada "windfall" lain, yakni menjamurnya Facebook dan tren berchatting lewat BlackBerry. "Ini juga menjadi pendorong utama kenaikan jumlah pengguna BlackBerry di Indonesia," kata Deddy Avianto, ketua milis penguna BlackBerry, IdBerry.

Demam BlackBerry itu pun menular ke mana-mana. Artis, remaja, ibu rumah tangga, kini sering terlihat di mal-mal menenteng BlackBerry. Mereka seperti memamerkan BlakcBerry dengan sarung pembungkus warna-warni. Bahkan di kalangan pengguna BlackBerry ada guyonan: "Peraturan menggunakan BlackBerry tak boleh dimasukkan ke saku atau tas. Harus ditenteng biar kelihatan oleh orang lain."

Saat ini jumlah pengguna BlackBerry di Indonesia diperkirakan mencapai 80 ribu orang. XL menikmati kue sepertiga lebih. Mereka kini ingin menggenjot pengguna BlackBerry dengan merilis BlackBerry Storm yang berkemampuan layar sentuh seperti iPhone yang akan diluncurkan oleh Telkomsel.XL juga baru saja menghadirkan BlackBerry Curve 8900 (Javelin) yang dibanderol dengan harga Rp 6,9 juta.

XL juga membangun "Mal" BlackBerry. Untuk mengembangkan layanan nilai tambah ini, XL menggandeng dua perusahaan penyedia isi yakni PT Diantara Kode Digital (Better-B) dan PT Pravina Visi Manunggal. "Bersama mereka XL akan menyediakan konten-konten serta aplikasi untuk para pengguna layanan BlackBerry," tandas Joy.

Kue manis BlackBerry telah direngkuh XL.

BS






XL Axiata Raup Dana Rp 5 triliun dari Rights Issue

20 hari lalu

XL Axiata Raup Dana Rp 5 triliun dari Rights Issue

XL Axiata merampungkan proses PMHMETD III atau rights issue tepat waktu dan berhasil meraup dana sebesar Rp 5 triliun.


Masih Ingat Walkman, Pager dan Wartel? Ini Deretan Peranti Teknologi Nostalgia yang Populer Era 90-an

28 November 2022

Masih Ingat Walkman, Pager dan Wartel? Ini Deretan Peranti Teknologi Nostalgia yang Populer Era 90-an

Dahulu terdapat alat teknologi yang berguna dan populer, tetapi kini sudah hilang. Alat apa sajakah itu yanh kini sudah menjadi nostalgia?


Sambut G20 di Bali, Jaringan 5G XL Axiata Tersebar di 17 Lokasi

28 Oktober 2022

Sambut G20 di Bali, Jaringan 5G XL Axiata Tersebar di 17 Lokasi

Menjelang G20 di Bali XL Axiata mengaktifkan layanan data dan internet super cepat 5G.


XL Axiata Akuisisi Saham Link Net Senilai Rp 8,7 Triliun

22 Juni 2022

XL Axiata Akuisisi Saham Link Net Senilai Rp 8,7 Triliun

XL Axiata Group mengempit 550 juta saham seharga Rp 4.800 per lembar atau Rp 8,72 triliun.


Lisensi Berakhir, Rencana BlackBerry 5G OnwardMobility Kandas

13 Februari 2022

Lisensi Berakhir, Rencana BlackBerry 5G OnwardMobility Kandas

CEO BlackBerry John Chen dikabarkan tidak memperpanjang lisensi untuk ponsel BlackBerry OnwardMobility.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Teknologi Kamuflase Pasukan Israel, Banjir Nunukan

6 Januari 2022

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Teknologi Kamuflase Pasukan Israel, Banjir Nunukan

Topik tentang teknologi kamuflase pasukan Israel menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Kilas Balik BlackBerry, Berusaha Bangkit Sebelum Benar-benar Mati

6 Januari 2022

Kilas Balik BlackBerry, Berusaha Bangkit Sebelum Benar-benar Mati

Steve Jobs dan iPhone adalah lonceng pertama kematian BlackBerry. Presiden Amerika Serikat Barack Obama hanya sedikit menunda kematiannya.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Flu Musiman dan Optimisme Hadapi Omicron 2022

4 Januari 2022

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Flu Musiman dan Optimisme Hadapi Omicron 2022

Top 3 Tekno Berita Hari Ini, Selasa 4 Januari 2022, didominasi artikel tentang Covid-19 varian Omicron.


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Omicron 2022, BlackBerry Mati, Banjir Lahar Semeru

4 Januari 2022

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Omicron 2022, BlackBerry Mati, Banjir Lahar Semeru

Permasalahan di Indonesia 2022 diproyeksi masih akan didominasi seputar pandemi Covid-19 dengan variannya yang terbaru, Omicron.


Untuk yang Masih Pakai BlackBerry Orisinal: Ponsel dan Tablet Mati Mulai Besok

3 Januari 2022

Untuk yang Masih Pakai BlackBerry Orisinal: Ponsel dan Tablet Mati Mulai Besok

BlackBerry sudah beberapa kali mencoba untuk bangkit. Kematian tak berlaku untuk Blckberry Android.