Nestapa Teluk Youtefa: Kawasan Hutan Bakau Terancam dan Kehilangan Habitat Biota Laut

Lanskap Teluk Youtefa dengan Jembatan Youtefa yang berwarna merah cerah. Foto: @papua_the_best

TEMPO.CO, JakartaTeluk Youtefa merupakan salah satu destinasi wisata andalan Papua yang menawarkan pemandangan hamparan laut yang memukau mata dengan berbagai spot wisata alam di sekelilingnya. Hutan bakau menjadi salah satu spot wisata yang turut menyumbang keindahan Teluk Youtefa. Bagaimana tidak, hutan bakau tersebut tumbuh sepanjang 200-meter dari garis pantai, dengan pohon bakau setinggi 7 - 12-meter menjadikan Teluk Youtefa terasa rimbun dan jauh dari terik.

Namun, hutan bakau di sekitar Teluk Youtefa mengalami nestapa karena habitatanya semakin merosot. Melansir Jubi.co.id mitra Teras.id, hutan bakau di Teluk Youtefa jumlahnya semakin menurun, bahkan terancam hilang karena ditimbun. Kondisi ini pun memberikan dampak tak menyenangkan bagi Teluk Youtefa.

Salah satu efek yang paling terasa adalah berkurangnya jenis-jenis ikan yang hidup di hutan bakau Teluk Youtefa. Bagi ikan-ikan dan biota laut lainnya,hutan bakau memegang peran penting bagi keberlangsungan habitatnya.

Kondisi hutan bakau di kawasan Teluk Youtefa yang semakin terancam hal ini disampaikan pula Peneliti dan Ketua Program Studi Perikanan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, John D Kallor. Menurutnya, hutan bakau di Teluk Youtefa sudah memasuki kategori hutan bakau yang sakit. “Hilangnya hutan bakau di Teluk Youtefa memberikan dampak signifikan bagi kelangsungan biota laut di dalamnya,” ujarnya.

Selain itu hasil riset peneliti dan dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih, Hazmi, pada 2014 menyimpulkan ikan dan kerang di Teluk Youtefa telah tercemar kandungan logam berat Plumbum atau timbal. Kondisi ini diperparah dengan perilaku warga yang membuang sampah langsung ke sungai yang mengalir ke Teluk Youtefa. Selain itu, sedimen lumpur yang terus menerus masuk dan mendangkalkan Teluk Youtefa turut memperparah polusi logam berat di perairan tersebut.

Hilangnya stok ikan di kawasan hutan bakau Teluk Youtefa turut berkontribusi terhadap nasib nelayan-nelayan di Papua. Tidak sedikit nelayan di Papua memilih untuk mencari ikan secara ilegal di wilayah Provinsi West Sepik di Papua Nugini. Akibatnya, beberapa nelayan Indonesia pun harus mengalami penangkapan bahkan kehilangan nyawa karena dikejar aparat Papua Nugini karena dianggap melanggar batas perairan tanpa izin resmi.

NAOMY A. NUGRAHENI 

Baca: Teluk Youtefa: Keindahan yang Dibingkai Jembatan Megah

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Pimpinan MPR Bertemu Menko Polhukam Bahas Pemajuan Papua

9 menit lalu

Pimpinan MPR Bertemu Menko Polhukam Bahas Pemajuan Papua

MPR mendukung tindakan pemerintah pusat, TNI dan Polri, dalam menciptakan kondisi Papua yang aman, damai, dan kondusif.


KPK Periksa Kembali Lukas Enembe untuk Tanyakan Barang Bukti

8 jam lalu

KPK Periksa Kembali Lukas Enembe untuk Tanyakan Barang Bukti

Lukas Enembe menjadi tersangka dalam kasus suap sejumlah proyek pembangunan di Papua.


3 Rekomendasi Destinasi Wisata di Blora yang Layak Dikunjungi

9 jam lalu

3 Rekomendasi Destinasi Wisata di Blora yang Layak Dikunjungi

Goa Terawang di Blora merupakan goa yang diterawangi oleh cahaya matahari. Juga ada daya tarik lain yakni panorama stalakit dan stalagmit yang unik


Rasio Elektrifikasi 2022 Melambat, ESDM: Wilayah Timur Menjadi Fokus Kami

15 jam lalu

Rasio Elektrifikasi 2022 Melambat, ESDM: Wilayah Timur Menjadi Fokus Kami

Kementerian ESDM bakal meningkatkan rasio elektrifikasi agar seluruh wilayah Indoneia mendapatkan akses listrik.


Komnas HAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dogiyai

1 hari lalu

Komnas HAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dogiyai

Pelapor akan mendatangi kantor Komnas HAM Senin siang ini.


Gibran: Pembangunan Destinasi Wisata Baru Solo Dipercepat Semua

5 hari lalu

Gibran: Pembangunan Destinasi Wisata Baru Solo Dipercepat Semua

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan pembangunan semua destinasi wisata baru di Solo dipercepat.


Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

6 hari lalu

Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan pihaknya menindaklanjuti kasus penangkapan WNI tersebut dengan menelusuri sumber keuangan Anton Gobay.


Destinasi Melimpah, Ciri Khas ini Diduga Buat Yogyakarta Berstatus Provinsi Termiskin

6 hari lalu

Destinasi Melimpah, Ciri Khas ini Diduga Buat Yogyakarta Berstatus Provinsi Termiskin

Label Yogyakarta sebagai provinsi termiskin di Jawa per September 2022 itu dilansir Badan Pusat Statistik atau BPS awal 2023 ini.


Memburuknya Kebebasan Pers dan Sipil di Papua

6 hari lalu

Memburuknya Kebebasan Pers dan Sipil di Papua

Dugaan aksi teror terhadap jurnalis berulang kali terjadi di Papua. Pelanggaran kebebasan pers tak terlepas dari masifnya pelanggaran kebebasan sipil.


9 Pantai Papua Terbaik yang Cocok untuk Diving dan Snorkeling

6 hari lalu

9 Pantai Papua Terbaik yang Cocok untuk Diving dan Snorkeling

Daftar pantai terbaik dan cantik di Papua yang menyuguhkan keindahan alam serta menghadirkan beragam permainan air seru.