Hobi Rancang Busana, Dokter Muda asal Jombang Ini Sukses Geluti Dunia Fashion

Reporter

Editor

Devy Ernis

Naila Mafazah, mahasiswi kedokteran Unusa yang juga perancang busana. Foto: Dok. Instagram @naila_mafazah

TEMPO.CO, Jakarta - Naila Mafazah, santri asal Jombang, Jawa Timur, menempa dirinya untuk menekuni beberapa bidang, baik dunia kedokteran yang menjadi asanya maupun perancang busana sebagai hobinya. Di samping kesibukannya menjalani koas atau program profesi untuk mendapat gelar dokter, mahasiswi Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini juga seorang entrepreneur yang mempunyai usaha brand baju dan aksesoris lainnya.

Berawal dari hobi menggambar gaun dan baju, Naila mulai tertarik dengan bidang fashion. Meski awalnya hanya untuk koleksi pribadi lambat laun banyak yang tertarik dengan desain baju rancangannya. “Prosesnya panjang. Mulanya saya suka desain baju, kadang juga jahit sendiri. Kemudian dari situ banyak orang yang support sehingga saya beranikan diri bikin produk sendiri," ujarnya dilansir dari nu.or.id pada Senin, 3 Oktober 2022.

Kembangkan Produk Baru Setiap 3 Bulan

Awalnya, hanya satu dua orang saja yang tertarik dengan baju rancangan Naila. Namun, lama-kelamaan banyak yang berminat sehingga Naila terus buat produk baru. Untuk mengembangkan bisnisnya itu, Naila mengaku tak hanya fokus mengeluarkan brand baru setiap tiga bulan sekali. Namun, juga menekankan kualitas produk dan strategi pemasaran agar menarik minat konsumen.

“Paling saya tekankan bagaimana pelanggan repeat order dengan cara meningkatkan kualitas agar orang kembali datang dan tidak kecewa. Namun, karena saya sembari menyelesaikan koas sehingga launcing-nya tiap tiga bulan sekali. Alhamdulillah sampai sekarang sudah ada dropship-nya sampai ada yang beli dari luar Jawa,” ungkap Naila.

Berkat kreativitas dan idenya itu banyak inovasi dan gebrakan baru dalam memproduksi fashion dan aksesoris. Hal ini dibuktikan dengan beragam jenis dan fokus produknya yang dikeluarkan tiap tiga bulan. “Produknya beragam ada busana, sepatu, jilbab, sandal, tas dan lainnya,” bebernya.

Diceritakan, usaha yang dibangun sejak empat tahun lalu telah merambah pemasarannya secara online melalui akun Instagram @naila.atelier dan saat ini tengah proses membangun butik di Jombang. “Saat ini fokus menyelesaikan pendidikan dulu kalau kewajiban sudah selesai akan dirombak lagi pemasarannya,” terangnya.

Membuka Lapangan Pekerjaan

Untuk mengembangkan bisnisnya, Naila terus menempa diri belajar kepada desainer profesional agar bisa membantu koreksi desain mana yang bagus dan cocok untuk target sasarannya. Salah satunya dengan mengikuti parade Surabaya Fashion dari acara tersebut dirinya banyak melakukan sosialisasi dengan banyak desainer. Naila menuturkan, niat awal menggeluti bidang fashion ini untuk membuka lapangan pekerjaan. Hingga saat ini, ia memiliki pegawai yang bertugas untuk desain komputer, packing, dan lainnya.

Tiga tahun tinggal di Pondok Pesantren Ploso, Kediri, Jawa Timur, tak menyurutkan cita-cita Naila menjadi dokter. Usai menamatkan pendidikan di pesantren salaf ini, ia harus menempuh pendidikan umum di Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). “Usai lulus SMA saya berhenti satu tahun untuk mengikuti les pendidikan formal buat tes di fakultas Kedokteran. Alhamdulillah diterima setelah sempat bolak-balik gagal,” ungkap Naila seraya bersyukur.

Setelah menamatkan pendidikan sarjana Kedokteran, Naila sempat mengikuti beberapa kompetisi tingkat international. Salah satunya, lomba grup video edukasi kesehatan di Sorbonne Universite, Paris, Prancis. Ia dan kedua temannya lolos mewakili Unusa ke Prancis dan menyabet juara empat dalam kompetisi tersebut.

“Dari sekitar 200 lebih peserta yang ikut lomba dari seluruh dunia kami masuk menjadi urutan keempat. Maka dari itu, kami diundang ke Prancis. Ini adalah pengalaman berharga bagi saya,” kata Naila.

Semua prestasi Naila tak lepas dari dukungan kedua orang tua Naila. "Dukungan orang tua dan kerabat terdekat sangat memengaruhi dalam perjalanan hidup saya. Kalau tidak, barangkali saya sudah menyerah dari dulu,” katanya.


Baca juga: Callista, Lulusan Termuda Kedokteran UB Usia 18 Tahun

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu






Kemenkes Siapkan 420 RS Pendidikan untuk Penuhi Kebutuhan Tenaga Kesehatan

1 hari lalu

Kemenkes Siapkan 420 RS Pendidikan untuk Penuhi Kebutuhan Tenaga Kesehatan

Pengampuan rumah sakit pendidikan diharapkan bisa menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas dan bermutu.


Perankan Dokter di Serial Mendua, Adinia Wirasti Belajar dari Anggota Keluarganya

3 hari lalu

Perankan Dokter di Serial Mendua, Adinia Wirasti Belajar dari Anggota Keluarganya

Di serial drama romantis berjudul Mendua, Adinia Wirasti berperan sebagai Sekar, dokter spesialis penyakit dalam dan istri yang diselingkuhi.


Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia versi QS WUR 2023

6 hari lalu

Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia versi QS WUR 2023

Ada 13 universitas di Indonesia yang masuk pemeringkatan QS WUR 2023 berdasarkan subyek kedokteran dan kedokteran gigi


Harapan Dokter pada RUU Kesehatan: Permudah Surat Izin Praktik untuk Mengabdi

9 hari lalu

Harapan Dokter pada RUU Kesehatan: Permudah Surat Izin Praktik untuk Mengabdi

Presiden Joko Widodo menugaskan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk melakukan reformasi total di sistem kesehatan.


Kemenkes Imbau Dokter PNS Tidak Ikut Demo Tolak Omnibus Law Kesehatan

9 hari lalu

Kemenkes Imbau Dokter PNS Tidak Ikut Demo Tolak Omnibus Law Kesehatan

Kemenkes menyampaikan agar dokter-dokter lebih mengutamakan pelayanan kepada pasien pada fasilitas kesehatan.


Kapolri Kerahkan Brigade Khusus Dokkes Polri Hingga Tim K9 untuk Bantu Korban Gempa Cianjur

14 hari lalu

Kapolri Kerahkan Brigade Khusus Dokkes Polri Hingga Tim K9 untuk Bantu Korban Gempa Cianjur

Kapolri telah memerintahkan pengiriman personel medis, termasuk mengerahkan Brigade khusus tangani korban gempa Cianjur


Menteri Muhadjir Effendy Mobilisasi Dokter Ortopedi Bantu Korban Gempa Cianjur

15 hari lalu

Menteri Muhadjir Effendy Mobilisasi Dokter Ortopedi Bantu Korban Gempa Cianjur

Muhadjir Effendy memobilisasi dokter ahli ortopedi atau bedah tulang untuk membantu penanganan korban Gempa Cianjur.


IDI Cianjur: 200 Dokter Umum dan Spesialis Tangani Korban Gempa Cianjur

16 hari lalu

IDI Cianjur: 200 Dokter Umum dan Spesialis Tangani Korban Gempa Cianjur

PB IDI dan seluruh IDI wilayah dan cabang menyampaikan duka cita mendalam untuk keluarga korban terdampak gempa bumi.


IDI Cianjur Kerahkan Seluruh Dokter Tangani Korban Gempa Bumi

16 hari lalu

IDI Cianjur Kerahkan Seluruh Dokter Tangani Korban Gempa Bumi

Ronny Hadyanto menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan seluruh dokter anggotanya untuk turun menangani para korban gempa Cianjur.


Dosen Universitas Jambi Bikin Pelembab Bibir dari Getah Jernang

19 hari lalu

Dosen Universitas Jambi Bikin Pelembab Bibir dari Getah Jernang

Dosen Universitas Jambi Resin jernang memiliki kadar dracorhodin yang sangat tinggi yang memiliki khasiat salah satu nya sebagai antibakteri