Streaming Game Melalui Internet

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, San Francisco: Bila musik dan video bisa streaming melalui Internet, mungkinkah juga video game? Pertanyaan klasik ini akhirnya dijawab oleh OnLive Inc, sebuah perusahaan baru yang didirikan oleh enterpreneur teknologi Steve Perlman.

Setelah tujuh tahun melakukan riset, OnLive berhasil menciptakan cara men-streaming video game melalui Internet. Permainan bisa dinikmati tanpa lag. Jadi, begitu Anda memencet tombol untuk menembak sesuatu, senjata pun langsung meletus.

Sebelumnya, hal itu tak mungkin. Pasalnya, tak seperti berkas musik dan video yang bisa dikompresi--atau dijadikan berkas yang lebih kecil sehingga bisa ditransfer secara online--, berkas video game berbeda. Berkas video game adalah interaktif dan membutuhkan respon instan.

Artinya, video game harus dimainkan di konsol yang dipaket dengan kemampuan komputer, seperti Microsoft Xbox 360 atau PlayStation. Atau pengguna bisa mengunduhnya ke komputer pribadi yang kemudian memproses datanya agar game bisa dijalankan.

Nah, teknologi OnLive mengatasi keterbatasan tersebut dengan suatu bentuk kompresi baru. Server game bisa berkomunikasi dengan pemain melalui koneksi pita lebar secara real-time. Ini artinya, game pada layanan OnLive bisa dimainkan di komputer tua, tanpa CPU grafik khusus game. Bahkan, melalui sebuah MicroConsole, perangkat seukuran kaset tape, layanan OnLive bisa dinikmati di layar televisi.

Pada sebuah demo, OnLive memperlihatkan game berjudul "Crysis", sebuah game tembak-tembakan yang kompleks. Game ini bisa dimainkan di televisi dengan konsol kecil tadi.

"Ini adalah konsol terakhir yang akan anda inginkan," kata Perlman, mantan ilmuwan di Apple yang ikut mendirikan WebTV, teknologi Internet televisi yang kemudian dijual ke Microsoft seharga US$ 500 juta.

Perlman mengatakan, layanan tersebut sejalan dengan besarnya bandwith yang disediakan operator. Rata-rata pemain game, menurut survei Nielsen, hanya menghabiskan waktu bermain game 60 jam sebulan. Padahal bandwith dari Comcast Corp, salah satu operator di Amerika Serikat, mencapai 250 GB yang setara dengan 284 jam per bulan.

OnLive berencana meluncurkan layanannya pada akhir tahun ini dengan model berlangganan bulanan. Tarifnya belum diungkapkan. Beberapa penerbit game terkenal, seperti Electronic Arts, Take-Two Interactive Software, dan Eidos Interactive, telah menjalin kerjasama dengan perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California itu.

Bagaimana dengan Indonesia? Tampaknya layanan seperti itu masih jauh panggang dari api. Kita memang memiliki sekitar 25 juta pengguna Internet dan 6 juta di antaranya memainkan game via Internet. Namun, tingginya tarif langganan Internet di negeri ini akan menjadi batu sandungan yang besar bagi lahirnya layanan seperti OnLive.

DEDDY SINAGA | AP




Berita Selanjutnya



Pesatnya Tren Teknologi Jadikan Industri Game Nasional Prospektif

21 Oktober 2017

Pesatnya Tren Teknologi Jadikan Industri Game Nasional Prospektif

Produsen komputer, Acer, menilai, dalam beberapa tahun, industri game di Indonesia akan tumbuh.


Dua Game Indonesia Jadi Nominasi IMGA SEA

13 September 2017

Dua Game Indonesia Jadi Nominasi IMGA SEA

Alegrium mengumumkan dua game karyanya, yakni Almighty dan Icon Pop Quiz 2, menerima nominasi People's Choice Awards dalam kedua IMGA SEA


Beralih ke Xbox One X, Microsoft Hentikan Penjualan Xbox One

27 Agustus 2017

Beralih ke Xbox One X, Microsoft Hentikan Penjualan Xbox One

Microsoft telah menghentikan produksi Xbox One beberapa bulan sebelum penghentian penjualan konsol Xbox One.


LG Akan Pamerkan 2 Monitor Gaming di IFA 2017

23 Agustus 2017

LG Akan Pamerkan 2 Monitor Gaming di IFA 2017

LG melengkapi kedua gaming monitornya ini dengan refresh rate 144Hz dan 240Hz.


Formula 1 Luncurkan Kejuaraan Dunia eSports

22 Agustus 2017

Formula 1 Luncurkan Kejuaraan Dunia eSports

Formula One mengumumkan peluncuran seri eSports yang akan berlangsung dari bulan September sampai November.


Bahaya Permainan Video bagi Otak, Parkinson dan Alzheimer

16 Agustus 2017

Bahaya Permainan Video bagi Otak, Parkinson dan Alzheimer

Bermain video game jenis aksi tidak baik bagi kesehatan otak karena akan mengurangi daya ingat.


Game 'Where is My Water? 2' Dipakai untuk Memata-matai Anak-anak  

11 Agustus 2017

Game 'Where is My Water? 2' Dipakai untuk Memata-matai Anak-anak  

Amanda Rushing, ibu dua anak yang tinggal di California, menuntut perusahaan animasi Walt Disney atas tuduhan pelanggaran privasi anak-anak.


Fokus ke Game, Acer Perluas Lini Predator

10 Agustus 2017

Fokus ke Game, Acer Perluas Lini Predator

Acer mengincar posisi teratas pasar perangkat game di Indonesia.


Paris Pertimbangkan Video Game Masuk Cabang Olimpiade 2024

9 Agustus 2017

Paris Pertimbangkan Video Game Masuk Cabang Olimpiade 2024

Presiden komite tender Olimpiade Paris mengatakan diskusi akan
digelar untuk membahas prospek gamer bersaing untuk emas
Olimpiade.


Penelitian: Video Game Kekerasan Picu Perilaku Agresif

4 Agustus 2017

Penelitian: Video Game Kekerasan Picu Perilaku Agresif

Para orang tua sebaiknya berhati-hati jika anak gemar main video game yang bertema kekerasan.