Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Walhi Sebut Bandung Terancam Darurat Sampah, Ini Alasannya

image-gnews
Petugas kebersihan memuat sampah ke dalam truk pengangkut di Kelurahan Melong, Cimahi, Ahad, 26 Februari 2023. Sekitar 2.000 ton sampah dari Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung, setiap hari dibuang ke tempat pembuangan akhir di Sarimukti. TEMPO/Prima mulia
Petugas kebersihan memuat sampah ke dalam truk pengangkut di Kelurahan Melong, Cimahi, Ahad, 26 Februari 2023. Sekitar 2.000 ton sampah dari Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung, setiap hari dibuang ke tempat pembuangan akhir di Sarimukti. TEMPO/Prima mulia
Iklan

TEMPO.CO, Bandung - Timbunan sampah memenuhi berbagai tempat pembuangan sementara (TPS) di Kota Bandung. Menurut Direktur Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat (Walhi Jabar) Meiki W. Paendong, penumpukan sampah itu terkait peningkatan konsumsi warga selama bulan puasa hingga libur Lebaran. “Kami prihatin karena masalah ini masih terulang lagi,” katanya, Sabtu, 29 April 2023.

Sebelumnya pengangkutan sampah Kota Bandung ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti sempat mengalami beberapa kendala karena cuaca dan masalah teknis, meskipun daya tampung telah diperluas. Misalnya keterbatasan alat-alat operasional di TPA, dan jalur akses yang terganggu karena hujan. Akibatnya sampah ditahan dulu akhirnya menumpuk.

“Bisa dibilang Bandung darurat sampah jika sampai 20 hari ke depan sampah-sampah ini belum terangkut,” ujar Meiki.

Soal rencana pemerintah Kota Bandung membuat TPA darurat, menurut Meiki, harus dirancang dengan konsep yang terencana dan ramah lingkungan. Walhi Jabar meminta agar rancangan TPA darurat itu tidak seperti TPA pada umumnya. ”Tetap harus ada pemilahan dan implementasi aturan seperti Amdal agar tempatnya tidak jorok,” kata dia.

Walhi Jabar mengakui Kota Bandung telah memiliki program bagus yang dinamakan Kang Pisman, singkatan dari kurangi, pisahkan, dan manfaatkan sampah. Beberapa Rukun Warga dan kelurahan telah terlibat namun program itu dinilai masih setengah hati. “Tapi pemerintah kota terutama Dinas Lingkungan Hidup tidak mereplikasi secara masif,” ujarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Walhi Jabar mendesak agar program Kang Pisman diperkuat. Meiki pun berharap, kondisi Bandung darurat sampah ini tidak dijadikan kesempatan pemerintah Kota Bandung untuk menggunakan teknologi insinerator atau pembakaran sampah. Alasannya, selain telah terbukti gagal di beberapa tempat, efek pembakaran sampah menimbulkan masalah baru yaitu polusi udara.

Walhi Jabar meminta agar warga juga terlibat dalam gerakan mengurangi, memilah, dan memanfaatkan sampah atau 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Meiki juga menyarankan warga untuk mempertimbangkan apakah barang yang akan dibeli berpotensi menghasilkan sampah baru atau tidak.

Sementara itu pemerintah Kota Bandung lewat akun media sosialnya meminta maaf kepada warga karena pelayanan sampah terganggu. Penyebabnya disebutkan karena TPA Sarimukti sempat libur saat Lebaran dan hanya satu zona yang digunakan untuk lokasi pembuangan. Selain itu tingginya curah hujan membuat truk sulit menuju TPA Sarimukti.

Faktor lainnya disebutkan karena rute menuju TPA sempat macet imbas arus mudik, dan naiknya volume sampah saat bulan Ramadan. Upayanya menurut pemerintah Kota Bandung, dengan menambah unit pengakut dan alat berat. Pola substitusi di TPS yang overload, berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Barat untuk normalisasi TPA Sarimukti, mengajak warga terlibat program Kang Pisman, dan menyiapkan TPA darurat di Cicabe.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Minim Sampah di Pesta Pernikahan

7 jam lalu

Konsep pernikahan ramah lingkungan atau less waste wedding kian digemari anak muda. Mereka menggelar pesta nikah dengan meminimalkan sampah.
Minim Sampah di Pesta Pernikahan

Konsep pesta pernikahan ramah lingkungan atau less waste wedding kian digemari anak muda. Mereka menggelar pesta pernikahan dengan meminimalkan sampah


Pulau Rempang Belum Selesai, Berikut Tanggapan Kritis Walhi, Ombudsman, KontraS, NCW, dan Komnas HAM

8 jam lalu

Konflik agraria terbaru yaitu terjadi di Pulau Rempang pada 8 September 2023. Hal itu bermula sejak hadirnya Badan pengusahaan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) sebagai Otorita Batam. Otorita itu memiliki hak pengelolaan atas seluruh tanah di wilayah tersebut. Pulau Rempang menjadi salah satu pulau yang dikelola BP Batam. Pulau Rempang hendak dikosongkan untuk membuat proyek Rempang Eco City. Pulau itu sendiri dianggap sebagai kawasan hutan meskipun dihuni oleh sekira 7.500 penduduk. ANTARA
Pulau Rempang Belum Selesai, Berikut Tanggapan Kritis Walhi, Ombudsman, KontraS, NCW, dan Komnas HAM

Persoalan Pulau Rempang belum selesai, beberapa lembaga menyampaikan tanggapan kritisnya seperti Walhi, Ombudsman, KontraS, NCW, dan Komnas HAM.


Terpopuler: Kekayaan Syahrul Yasin Limpo yang Terseret Kasus Korupsi, Dampak Rempang Eco City Tidak Punya Amdal

1 hari lalu

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, seusai memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan, di KPK, Jakarta, Senin, 19 Juni 2023. Syahrul diperiksa untuk diminta keterangan dalam pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi di Kementerian Pertanian RI. TEMPO/Imam Sukamto
Terpopuler: Kekayaan Syahrul Yasin Limpo yang Terseret Kasus Korupsi, Dampak Rempang Eco City Tidak Punya Amdal

Terpopuler: Kekayaan Menteri Syahrul Yasin Limpo yang terseret kasus dugaan korupsi, dampak Rempang Eco City yang tidak punya Amdal.


Walhi: Kerusakan Ekologi Rempang Eco City Lebih Besar dari Dampak Ekonomi

1 hari lalu

Warga membawa spanduk saat unjuk rasa bela Rempang di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 26 September 2023. Mereka menuntut aparat untuk membebaskan warga yang ditahan saat konflik agraria antara warga Rempang dibubarkan oleh aksi represif polisi. Massa aksi juga menyerukan agar pemerintah lebih pro pada hak-hak rakyat ketimbang pencaplokan lahan demi investasi. TEMPO/Prima mulia
Walhi: Kerusakan Ekologi Rempang Eco City Lebih Besar dari Dampak Ekonomi

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia menyebut potensi kerusakan ekologi akibat proyek Rempang Eco City lebih besar dibanding dampak ekonomi.


Rempang Eco City Tidak Punya Amdal, Walhi: Seperti Bikin Mie Instan

1 hari lalu

Warga membawa poster saat unjuk rasa bela Rempang di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 26 September 2023. Mereka menuntut aparat untuk membebaskan warga yang ditahan saat konflik agraria antara warga Rempang dibubarkan oleh aksi represif polisi. Massa aksi juga menyerukan agar pemerintah lebih pro pada hak-hak rakyat ketimbang pencaplokan lahan demi investasi. TEMPO/Prima mulia
Rempang Eco City Tidak Punya Amdal, Walhi: Seperti Bikin Mie Instan

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia mengatakan proyek Rempang Eco City tidak memiliki analisis dampak lingkungan atau Amdal.


Bandung Great Sale 2023 Digelar Sebulan Lebih, Diskon Berkisar 10-70 Persen

2 hari lalu

Warga dan wisatawan menaiki tangga Teras Cihampelas atau Cihampelas Skywalk di pusat penjualan busana Jalan Cihampelas, Bandung, 5 Februari 2017. Diharapkan keberadaan Skywalk ini dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan kunjungan wisatawan. TEMPO/Prima Mulia
Bandung Great Sale 2023 Digelar Sebulan Lebih, Diskon Berkisar 10-70 Persen

Bandung Great Sale terkait dengan perayaan hari jadi ke-213 Kota Bandung pada 2023, lebih dari 300 merchant telah bergabung.


10 Tahun Tercemar, Pantai di Rio de Janeiro Brasil kembali Aman untuk Berenang

2 hari lalu

Ilustrasi wanita bersantai di pantai. Freepik.com/Svetlanasokolova
10 Tahun Tercemar, Pantai di Rio de Janeiro Brasil kembali Aman untuk Berenang

Selama bertahun-tahun garis pantai di Rio de Janeiro dipenuhi limbah, sampah, dan polusi industri. Intip cara kota ini menangani limbah.


Gelar Pameran Tunggal, Trisna Batara Olah Sampah dari Hutan Kota Babakan Siliwangi

5 hari lalu

Pameran tunggal Trisna Batara berjudul Limbah Hutan Kota Baksil di Sanggar Mitra Kota Bandung, berlangsung 20 September hingga 20 Oktober 2023. Foto: TEMPO| ANWAR SISWADI.
Gelar Pameran Tunggal, Trisna Batara Olah Sampah dari Hutan Kota Babakan Siliwangi

Seniman Bandung, Trisna Batara menggelar pameran tunggal dari karya-karyanya yang mengolah sampah alami dari hutan kota Babakan Siliwangi.


BMKG Prediksi Bandung dan Beberapa Kota Lain Hujan, Tapi Sebagian Besar Cerah

5 hari lalu

Ilustrasi Langit Cerah. Tempo/Fardi Bestari
BMKG Prediksi Bandung dan Beberapa Kota Lain Hujan, Tapi Sebagian Besar Cerah

BMKG memprakirakan cuaca cerah hingga berawan meliputi mayoritas kota besar di Indonesia pada Selasa, 26 September 2023.


Jenis Sampah yang Tak Boleh Dibuang Sembarangan, Cek Solusinya

5 hari lalu

Ilustrasi tong sampah. Sumber: TurboSquid
Jenis Sampah yang Tak Boleh Dibuang Sembarangan, Cek Solusinya

Beberapa jenis barang tak bisa dibuang seenaknya ke tempat sampah atau sembarang tempat karena berbahaya bagi lingkungan. Apa saja?