Ponsel Cerdas Android Bakal Meledak di Pasaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebuah laporan baru menunjukkan Android sedang diambang ledakan popularitas. Menurut Strategy Analytics, penjualan ponsel cerdas yang menggunakan sistem operasi terbuka milik Google itu akan tumbuh 900 persen tahun ini.

    Sebagai perbandingan, laporan itu mengatakan ponsel cerdas iPhone dari Apple yang tumbuh kedua tercepat akan tumbuh 79 persen.

    Analis senior Strategy Analytics Tom Kang mengatakan Android mendapatkan daya tarik awal selama semester kedua 2008 dan secara bertahap berkembang ke seluruh Eropa dan Asia. Tentu saja Android berawal dari basis yang relatif rendah dari satu juta menjadi dua juta, dibandingkan iPhones yang mendekati 40 juta.

    Perusahaan riset itu mengatakan pendorong pertumbuhan Android adalah model lisensi yang relatif rendah biaya, struktur sistem operasi semi terbuka, dan dukungan layangan dari Google.

    Faktor-faktor tersebut, ditambah dukungan dari operator dan pengembang, mendorong produsen perangkat keras merilis produk-produk yang terkait platform itu.

    Faktor yang semakin penting dalam penjualan ponsel cerdas adalah aplikasi pihak ketiga yang tersedia untuk alat itu. Jeffrey Hammond, seorang analis di Forrester, mengatakan ia melihat sebuah perlombaan di antara berbagai platform ponsel untuk menawarkan hambatan terendah untuk masuk bagi para pengembang.

    Sekarang, katanya, Apple masih memimpin, namun Android, Palm, Nokia, Microsoft dan lainnya secara dramatis meningkatkan penekanan terhadap pengembangan aplikasi pihak ketiga. Hammond mengatakan Android melakukan hal yang lebih baik dalam menarik pengembang.

    Selain itu ada beberapa ketidakpuasan di antara para pengembang iPhone. Baru-baru ini, ada beberapa pengembang iPhone mengeluhkan pembayaran untuk aplikasi yang sukses di platform itu, selain soal sukarnya bersaing dengan begitu banyaknya aplikasi bebas.

    NEWSFACTOR | ERWIN Z


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.