Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Angin Puting Beliung Merusak Puluhan Rumah di 15 Desa Lombok Tengah

Reporter

Editor

Erwin Prima

image-gnews
Kepala BPBD Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmadi. (ANTARA/Nur Imansyah).
Kepala BPBD Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmadi. (ANTARA/Nur Imansyah).
Iklan

TEMPO.CO, Mataram - Sebanyak 27 rumah di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Bara (NTB), mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi pada pukul 04.00 Wita, Senin dini hari, 11 Maret 2024.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB di Mataram, Selasa, angin puting beliung menerjang 15 desa pada enam kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah.

"Akibat angin puting beliung, atap rumah warga rusak dan pohon tumbang di beberapa tempat," kata Kepala BPBD NTB Ahmadi di Mataram sebagaimana dikutip Antara, Selasa.

Ia menyebutkan desa-desa yang terdampak angin puting beliung tersebut yakni Desa Ketare, Tanak Awu dan Sukadana di Kecamatan Pujut. Kemudian Kelurahan Sasake di Kecamatan Praya.

Selanjutnya di Desa Labulia, Desa Bunkate, Desa Jelantik, Desa Batutulis di Kecamatan Jonggat. Kemudian Desa Pandan Tinggang, Desa Batu Jangkih dan Desa Serage, di Kecamatan Praya Barat Daya.

Selain itu dampak angin puting beliung juga terjadi di Desa Kabul dan Desa Persiapan Awang di Kecamatan Praya Barat. Selanjutnya Desa Semparu dan Desa Prako di Kecamatan Praya Timur.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Jadi ada 27 rumah atau 27 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana angin puting beliung. Kalau untuk korban meninggal, luka-luka, dan hilang, tidak ada," kata Ahmadi. 

Menurutnya, saat ini kondisi warga pada enam kecamatan tersebut sudah kembali kondusif. Meski demikian ia mengimbau masyarakat perlu tetap waspada adanya potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat disertai angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal, kemudian banjir, dan tanah longsor.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat NTB, karena saat ini telah memasuki musim hujan dan sebagian masih berada pada masa peralihan, masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi bencana seperti hujan lebat disertai angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba, banjir, dan tanah longsor," kata Ahmadi.

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Benih Bening Lobster NTB Kehilangan Pembeli, Petani: Saat Ini Kami Menangis

21 jam lalu

Polisi menunjukkan barang bukti berupa benih lobster saat pengungkapan kasus penyelundupan di Mako Polairud Baharkam Polri, Jakarta Utara, Jumat, 17 Mei 2024. Korpolairud Baharkam Polri bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggagalkan penyelundupan sekitar 91.246 ekor benih bening lobster (BBL) senilai Rp19,2 miliar yang berasal dari perairan di daerah Jawa Barat. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Benih Bening Lobster NTB Kehilangan Pembeli, Petani: Saat Ini Kami Menangis

Petani budidaya benih bening lobster atau BBL menyatakan saat ini pendapatan mereka seret. Petani menganggap Peraturan Menteri KKP jadi biang kerok


Saat PDIP Dukung Ketua Golkar NTB Maju di Pilkada Kota Mataram

2 hari lalu

Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat menyerahkan surat tugas kepada Mohan Roliskana untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Mataram di Kantor DPD PDIP NTB di Mataram, Kamis (18/7/2024). (ANTARA/Nur Imansyah).
Saat PDIP Dukung Ketua Golkar NTB Maju di Pilkada Kota Mataram

PDIP meminta Mohan Roliskana menjalin komunikasi dengan partai lain agar dapat berkoalisi di Pilkada Kota Mataram.


Pemuda di Lombok Sodomi 10 Anak

3 hari lalu

Kepolisian mengawal tersangka kasus sodomi anak berinisial SA (kanan) usai mengikuti konferensi pers di Polda NTB, Mataram, Kamis, 18 Juli 2024. Foto: ANTARA/Dhimas B.P
Pemuda di Lombok Sodomi 10 Anak

SA, 20 tahun, tersangka tindak pidana kekerasan seksual di NTB mengaku telah melakukan sodomi pada 10 anak.


BNPB: 7.000 Lebih Warga Mengungsi Imbas Banjir di Kota Gorontalo

6 hari lalu

Warga mengungsi dengan menggunakan perahu di Tilango, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat, 12 Juli 2024. Pemerintah setempat mendata 9.370 warga dari delapan desa di Kecamatan Tilango terkena dampak banjir luapan Danau Limboto, Sungai Tapodu dan Bulango. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
BNPB: 7.000 Lebih Warga Mengungsi Imbas Banjir di Kota Gorontalo

Banjir ini menjadi yang terparah di Gorontalo pada pertengahan tahun 2024


Puluhan Masih Hilang, Pencarian Korban Longsor Tambang di Bone Bolango Terganjal Cuaca Buruk

10 hari lalu

Tanah longsor yang melanda Desa Tulabolo, Kecamatan Suwaw, wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Minggu 7 Juli 2024. Sumber: Istimewa.
Puluhan Masih Hilang, Pencarian Korban Longsor Tambang di Bone Bolango Terganjal Cuaca Buruk

Pencarian korban yang tertimbun longsor tambang di Kabupaten Bone Bolango terhambat guyuran hujan. Alat berat sulit bergerak.


Banjir di Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku, BNPB Sebut Layanan Publik Masih Terganggu

10 hari lalu

Banjir di Dusun Loki, Seram. Cuplikan video. X/@Valdinho74
Banjir di Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku, BNPB Sebut Layanan Publik Masih Terganggu

Tiga jembatan penghubung antar desa di Kabupaten di Seram Bagian Barat terdampak banjir.


Viral #PrayforGorontalo di Medsos, Ada Seruan 'God! Please Stop The Rain'

10 hari lalu

Banjir setinggi dada orang dewasa melanda Wilayah Kota Gorontalo menggenangi enam kecamatan, pada Kamis, 11 Juli 2024. ANTARA/HO-Irawati Ambo
Viral #PrayforGorontalo di Medsos, Ada Seruan 'God! Please Stop The Rain'

Bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor munculkan #Prayforgorontalo di media sosial saat ini.


Banjir Kota Gorontalo Meluas, Satu Pengungsi Diterjang Tanah Longsor

10 hari lalu

Dua warga mengevakuasi barang miliknya menggunakan perahu ketika banjir merendam di Desa Buhu, Kecamatan Telaga jaya, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Rabu, 10 Juli 2024. Dua desa yaitu Buhu dan Hutadaa terendam air luapan Danau Limboto hingga ketinggian mencapai 1,5 meter akibat hujan deras mengguyur daerah itu. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Banjir Kota Gorontalo Meluas, Satu Pengungsi Diterjang Tanah Longsor

Menurut BPBD, banjir disebabkan curah hujan tinggi yang memicu meluapnya dua sungai plus aliran dari Danau Limboto. Semua bertemu di Kota Gorontalo.


KPK Telah Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Shelter Tsunami, Kerugian Negara Rp 19 Miliar

12 hari lalu

Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai Juru Bicara KPK yang baru saat sesi perkenalan dengan awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 7 Juni 2024. KPK resmi menunjuk mantan Penyidik berasal dari institusi Polri, Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai Jubir KPK menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh oleh Ali Fikri. Selain itu, Tessa Mahardhika juga pernah mengikuti seleksi untuk jabatan Direktur Pengaduan Masyarakat KPK pada 2020 dan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I pada 2023.  TEMPO/Imam Sukamto
KPK Telah Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Shelter Tsunami, Kerugian Negara Rp 19 Miliar

KPK sedang melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan tempat evakuasi sementara tsunami.


Hujan Lebat Menghambat Pencarian Korban Longsor Tulabolo, 10 Meninggal dan 43 Hilang

12 hari lalu

Tanah longsor yang melanda Desa Tulabolo, Kecamatan Suwaw, wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Minggu 7 Juli 2024. Sumber: Istimewa.
Hujan Lebat Menghambat Pencarian Korban Longsor Tulabolo, 10 Meninggal dan 43 Hilang

Bencana tanah longsor ini melanda kawasan tambang mineral di Desa Tulabolo pada Minggu pagi pukul 09.00 WITA.