Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Studi Peminum Ciu di Surakarta, Mayoritas Islam Abangan

image-gnews
Pekerja melakukan uji rasa saat pembuatan arak iwak arumery yang menjadi suvenir dalam side event atau acara sampingan G20 Bali di Denpasar, Bali, Jumat 9 September 2022 Minuman beralkohol tradisional khas Bali berbahan dasar buah lontar dan kelapa yang dicampur dengan rempah-rempah dan buah-buahan untuk memberikan citarasa tersebut sebagai suvenir bagi delegasi saat side event G20 di Bali pada bulan Agustus 2022. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pekerja melakukan uji rasa saat pembuatan arak iwak arumery yang menjadi suvenir dalam side event atau acara sampingan G20 Bali di Denpasar, Bali, Jumat 9 September 2022 Minuman beralkohol tradisional khas Bali berbahan dasar buah lontar dan kelapa yang dicampur dengan rempah-rempah dan buah-buahan untuk memberikan citarasa tersebut sebagai suvenir bagi delegasi saat side event G20 di Bali pada bulan Agustus 2022. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Doktor Ilmu Sejarah di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Yusana Sasanti Dadtun, baru-baru ini mengkaji tradisi masyarakat Surakarta, Jawa Tengah, dalam mengonsumsi minuman beralkohol bernama ciu. Penelitian Yusana memotret hubungan antara tradisi dan kepercayaan masyarakat di Surakarta. Khususnya bagi penganut Islam Abangan.

Yusana mendapatkan data bahwa aktivitas meminum ciu mempunyai fungsi simbolik yang kompleks dan menjadi bagian dalam sosiokultural di Surakarta. Tradisi ini dijalani oleh masyarakat non-Islam. Bahkan banyak ditemukan penganut Islam yang juga meminum ciu.

Menurut Yusana, Islam di Surakarta terdiri dari dua kelompok yang dikenal dengan Islam Syariat dan Islam Abangan. "Islam Syariat tidak meminum ciu. Peminum ciu mayoritas dilakukan oleh kelompok Islam Abangan, bisa juga disebut telah menjadi tradisi turun-temurun dari nenek moyang atau generasi sebelumnya," kata Yusana saat diskusi kebudayaan bertajuk Identitas Peminum Ciu di Surakarta, digelar daring pada Jumat, 15 Maret 2024.

Istilah ciu sebetulnya merujuk bahasa Hokkian yang berarti minuman beralkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi singkong cair. Minuman ini khas dan banyak dikonsumsi masyarakat di Jawa Tengah. Tradisi ini disinyalir telah ada sejak abad ke-18 atau di masa kolonial Belanda dengan label dagang Batavia Arrack.

Alasan kelompok Islam Abangan yang mayoritas peminum ciu, menurut Yusana, bermula dari tradisi Mataram kuno yang telah berkembang lebih lama di Jawa sebelum agama Islam masuk. Kondisi ini yang membuat tradisi minum ciu belum ditinggalkan hingga kini. Walaupun di Surakarta mayoritas beragama Islam.

Yusana melihat peminum ciu serupa dengan masyarakat yang memelihara binatang buas. Ini dua kebiasaan yang tabu di masyarakat tapi masih kerap dilakukan oleh banyak orang. "Bila memelihara binatang buas ini tidak bisa, maka akan meresahkan masyarakat. Begitu juga peminum ciu," ucap dosen Ilmu Sejarah tersebut.

Tradisi minum ciu di Surakarta—bila merujuk pada penelitian Yusana—menjelaskan peminum biasanya dapat mengatur kuantitas konsumsi. Tak heran bila jarang aktivitas minum ciu di Surakarta yang berdampak pada peningkatan kasus kriminalitas. Kalaupun ada, angkanya disebut tidak banyak.

Menurut dia, tradisi minum ciu di Surakarta cukup sulit untuk dihilangkan. Terlebih budaya sesajen di Surakarta masih memerlukan ciu. Akibatnya ciu menjadi minuman alkohol yang kerap ada dan selalu diproduksi di Surakarta. Bahkan pabrik minuman ciu—yang ditemukan Yusana di Surakarta—dibuat oleh penganut Islam dan sudah pergi ibadah Haji.

Yusana Sasanti Dadtun saat memaparkan hasil penelitiannya tentang peminum ciu di Surakarta. Yusana merupakan Doktor Ilmu Sejarah di Universitas Sebelas Maret, Jumat, 15 Maret 2024. (Tangkapan layar di zoom meet)

Seandainya ciu identik dengan kekerasan dan non-Islam, justru menurut Yusana melihat kondisi itu tidak terjadi di Surakarta. "Justru pabrik ciu di Surakarta itu pemiliknya ada yang naik Haji, jadi saya melihat kalau tradisi minum ciu ini sudah melekat dan menjadi budaya turun temurun ya, di Surakarta," kata Yusana.

Terlepas dari kajian agama yang sesuai syariat dan sebenar-benarnya, Yusana menyebut kalau dirinya sebagai peneliti hanya bertugas memotret realitas di lapangan sesuai fakta. Ia tak membahas lebih lanjut bagaimana seharusnya Islam diajarkan dan dianut oleh masyarakat.

"Tapi perlu dipahami bahwa beginilah realitas yang terjadi di masyarakat Surakarta. Sebagai peneliti tentunya saya melihat fakta di lapangan. Kondisi di sana menurut saya terbilang unik dan menarik untuk diteliti," ucap Yusana.

Baca Juga: Menurut Studi Baru Minuman Beralkohol Bisa Baik Buat Kesehatan Usus, Benarkah?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Hartono Terpilih Jadi Rektor UNS dengan Suara Bulat

3 hari lalu

Dosen dari Fakultas Kedokteran UNS, Hartono ditetapkan sebagai Rektor Terpilih UNS Solo masa jabatan 2024-2029 melalui rapat pleno Majelis Wali Amanat (MWA) UNS Solo, Jawa Tengah, Kamis, 18 Juli 2024. Foto: Istimewa (Dokumentasi Humas UNS Solo)
Hartono Terpilih Jadi Rektor UNS dengan Suara Bulat

MWA melakukan musyawarah dan mufakat dengan suara bulat menetapkan Hartono sebagai Rektor Terpilih UNS masa jabatan 2024-2029.


10 Jalur Mandiri UNS yang Masih Buka Pendaftaran Juli 2024, Simak Syaratnya

9 hari lalu

Tim mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) pemilik rancangan alat bantu dengar berupa aksesoris headband. Inovasi ini berhasil mendapatkan hibah Program Kreativitas Mahasiswa 2020 Kemendikbud. (ANTARA/Aris Wasita)
10 Jalur Mandiri UNS yang Masih Buka Pendaftaran Juli 2024, Simak Syaratnya

UNS masih membuka jalur seleksi mandiri jenjang diploma dan S1 hingga Juli 2024.


Paduan Suara UNS Ramaikan Perayaan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Austria

12 hari lalu

Tim Paduan Suara Universitas Sebelas Maret (UNS) Voca Erudita tampil di KBRI Tokyo, Selasa (2/8) setelah menyabet tujuh penghargaan di kompetisi kur internasional Tokyo. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu
Paduan Suara UNS Ramaikan Perayaan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Austria

Indonesia dan Austria merayakan 70 tahun hubungan diplomatik dengan berbagai penampilan musik, terbaru dengan paduan suara dari Universitas Sebelas Maret (UNS) di Wina.


Majelis Wali Amanat UNS Resmi Tetapkan 3 Calon Rektor, Pemilihan Digelar Pekan Depan

12 hari lalu

Ketua MWA UNS Muliaman Darmansyah Hadad (tengah) menjelaskan penetapan tiga calon rektor UNS masa jabatan 2024-2029  dalam konferensi pers di kampus UNS Solo, Jawa Tengah, Selasa, 9 Juli 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Majelis Wali Amanat UNS Resmi Tetapkan 3 Calon Rektor, Pemilihan Digelar Pekan Depan

MWA UNS telah menetapkan tiga calon rektor masa jabatan 2024-2029 melalui rapat pleno MWA yang digelar di UNS Solo, Selasa, 9 Juli 2024.


BEM UNS Kritik soal Skema Pinjol untuk Bayar UKT

13 hari lalu

Ilustrasi Pinjaman Online. Freepix: Rawpixel.com
BEM UNS Kritik soal Skema Pinjol untuk Bayar UKT

Presiden BEM Universitas Sebelas Maret atau UNS, Agung Lucky Pradita, mengkritik soal pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) memakai pinjaman online.


Uji Publik Gali Rencana Kebijakan 5 Bakal Calon Rektor UNS

19 hari lalu

Kampus UNS Solo. Dok. Kemendagri
Uji Publik Gali Rencana Kebijakan 5 Bakal Calon Rektor UNS

Sebanyak lima bakal calon rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, menjalani uji publik pada Selasa 2 Juli 2024.


Biaya Kuliah Kedokteran UNS 2024 Jalur SNBP, SNBT dan Mandiri

24 hari lalu

Kampus UNS Solo. Dok. Kemendagri
Biaya Kuliah Kedokteran UNS 2024 Jalur SNBP, SNBT dan Mandiri

Rincian UKT dan IPI S1 Kedokteran UNS 2024 jalur SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri.


Majelis Wali Amanat UNS Tetapkan 5 Bakal Calon Rektor Periode 2024-2029

26 hari lalu

Ketua MWA UNS Muliaman Darmansyah Hadad (dua dari kiri) menjelaskan hasil seleksi bakal calon rektor dalam tahapan pemilihan Rektor UNS periode 2024-2029 di Solo, Jawa Tengah, Selasa, 25 Juni 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Majelis Wali Amanat UNS Tetapkan 5 Bakal Calon Rektor Periode 2024-2029

Majelis Wali Amanat UNS menetapkan lima bakal calon rektor untuk periode 2024-2029. Sebelumnya jumlah pendaftar ada enam orang.


Bahaya Minum Minuman Beralkohol, Segera Berhenti Sekarang

28 hari lalu

Ilustrasi Minuman Beralkohol atau Minuman Keras. REUTERS/Mike Blake
Bahaya Minum Minuman Beralkohol, Segera Berhenti Sekarang

Hobi minum minuman beralkohol berisiko terkena berbagai penyakit.


Berkendara dalam Keadaan Mabuk Bisa Terjerat Pidana , Ini Ancaman Hukuman di AS, Inggris, dan Indonesia

28 hari lalu

Pemain golf terkenal, Tiger Woods ditangkap polisi di Jupiter, Florida, pada 30 Mei 2019. Polisi menyebutkan bahwa Tiger Woods ditangkap karena mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk. Jupiter Police Department/Handout via REUTERS
Berkendara dalam Keadaan Mabuk Bisa Terjerat Pidana , Ini Ancaman Hukuman di AS, Inggris, dan Indonesia

Aturan konsumsi alkohol hingga mabuk saat berkendara di Indonesia, AS, dan Inggris bisa dijerat pidana. Bagaimana sanksinya?