Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Proses Warna Bulan Jadi Merah Saat Terjadi Gerhana, Berikut Penjelasannya

image-gnews
Fase awal gerhana bulan sebagian (U1) di Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 29 Oktober 2023 dinihari. Fase U1 ini terjadi saat sebagian piringan bulan masuk ke umbra Bumi. ANTARA. FOTO/Paramayuda
Fase awal gerhana bulan sebagian (U1) di Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 29 Oktober 2023 dinihari. Fase U1 ini terjadi saat sebagian piringan bulan masuk ke umbra Bumi. ANTARA. FOTO/Paramayuda
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pada saat puncak gerhana Bulan total, Bulan berwarna merah karena sinar Matahari yang melewati atmosfer Bumi dihamburkan ke arah Bulan. Dilansir dari timeanddate.com, atmosfer bumi menyerap dan menyebarkan cahaya Matahari, tetapi cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang, seperti merah, memiliki kemampuan untuk menembus atmosfer dan mencapai Bulan. Akibatnya, cahaya merah ini memantul dari permukaan Bulan. Lantas mengapa Bulan berwarna merah saat puncak gerhana Bulan total terjadi? 

Proses perubahan warna bulan merah terjadi saat puncak gerhana, tepatnya ketika bulan mulai masuk ke umbra bumi. Dikutip dari laman Time and Date, saat bulan memasuki umbra, warna umbra cenderung hitam. Namun setelah bulan masuk ke dalam umbra seluruhnya warnanya akan berubah menjadi kemerahan. Perubahan tersebut disebabkan oleh Hamburan Rayleigh di atmosfer bumi.

Hamburan merupakan keadaan saat diameter partikel atmosfer lebih kecil dari panjang gelombang sinar yang berinteraksi. Sementara Hamburan Rayleigh terjadi ketika spektrum warna dengan panjang gelombang lebih pendek seperti ungu, biru dan hijau dihamburkan ke angkasa lepas. Lalu, spektrum dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah, jingga, dan kuning diteruskan ke pengamat. 

Fenomena hamburan Rayleigh lain yang serupa dengan perubahan warna bulan terjadi adalah langit yang berwarna biru serta matahari yang berwarna kemerahan saat berada di ufuk rendah. Selain merah, gerhana bulan total juga dapat berwarna kecoklatan bahkan hitam pekat jika partikel seperti debu vulkanik ikut menghamburkan cahaya.

Spektrum warna dengan panjang gelombang lebih pendek seperti ungu, biru, dan hijau akan dihamburkan ke angkasa, lalu spektrum warna dengan gelombang yang lebih panjang seperti merah, jingga, dan kuning akan diteruskan ke pengamat atau yang melihatnya. 

Menurut NASA, selama fenomena gerhana bulan, warna cahaya Bulan akan berubah menjadi merah karena satu-satunya sinar matahari yang mencapai Bulan melewati atmosfer Bumi. Namun, semakin banyak debu atau awan di atmosfer Bumi selama fenomena Gerhana Bulan Total ini terjadi, maka semakin merah Bulan akan muncul. Seolah-olah semua matahari terbit dan matahari terbenam di dunia diproyeksikan ke Bulan.

Macam-macam Gerhana Bulan

Berdasarkan jenisnya gerhana bulan dapat dibedakan menjadi tiga, yakni gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian atau parsial, dan gerhana bulan penumbra. Gerhana bulan hanya bisa terjadi ketika Bulan purnama terjadi. Fenomena ini juga dapat diamati dari Bumi ketika malam hari. Berikut penjelasan tentang gerhana bulan lengkap dengan prosesnya. 

1. Gerhana Bulan Sebagian

Gerhana Bulan sebagian terjadi ketika bagian Bulan memasuki bayangan Bumi. Namun, posisi antara Matahari, Bumi, dan Bulan tidak sempurna dalam satu garis. Sehingga bayangan Bumi akan terlihat sangat gelap pada sisi Bulan yang menghadap Bumi. Selama fenomena ini, sebagian permukaan bulan berada di daerah penumbra, sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang masuk ke permukaan bulan.

2. Gerhana Bulan Penumbra

Gerhana bulan penumbra terjadi saat seluruh bagian Bulan berada di bagian penumbra. Saat fenomena ini, bayang-bayang penumbra Bumi membentuk bayang-bayang tipis pada permukaan Bulan, sehingga bulan terlihat redup.

Gerhana Bulan penumbra termasuk fenomena alam yang sangat langka dan terjadi selama 18 tahun sekali. Gerhana bulan penumbra juga dapat dibedakan lagi menjadi gerhana bulan penumbra total. Gerhana Bulan penumbra total terjadi ketika bagian bulan yang dekat dengan bayang-bayang umbra tampak lebih gelap dari bagian bulan lainnya.

Pilihan Editor: Ada Dua Gerhana saat Ramadan 2024, Pertanda Apa?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Matahari Mal WTC Serpong Belum Tutup hingga 14 Juli 2024, Bagaimana Nasib Karyawannya?

13 hari lalu

Gerai Matahari yang beroperasi terbatas di lobi lantai 1 Mal WTC Serpong, Tangerang Selatan. Saat dikunjungi Tempo 3 Juli 2024. Foto: TEMPO/Halgi Mashalfi
Matahari Mal WTC Serpong Belum Tutup hingga 14 Juli 2024, Bagaimana Nasib Karyawannya?

Gerai Matahari Department Store di Mal WTC Serpong memperpanjang waktu beroperasinya hingga 14 Juli 2024. Bagaimana nasib karyawannya?


Ramai Dikabarkan Matahari Kembali Tutup Gerai, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

17 hari lalu

Penampakan Gerai Matahari Department Store di Mal Balekota, Tangerang, Senin, 1 Juli 2024. (Tempo | Halgi Mashalfi)
Ramai Dikabarkan Matahari Kembali Tutup Gerai, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Matahari Department Store ramai dikabarkan menutup gerainya di Mal Balekota, Tangerang. Benarkah dan apa saja pemicunya?


Awal Penyebutan Fenomena Strawberry Moon, Apa Bedanya Dengan Bulan Purnama Biasa?

31 hari lalu

Pemandangan bulan purnama di atas Sydney Harbour Bridge, Australia, 25 Juni 2021.  Berdasarkan Farmers' Almanac, sebagai bulan purnama pada Juni dan terakhir di musim semi, suku Algonquin menjadikan bulan ini sebagai waktu untuk memanen stroberi. REUTERS/Stephen Coates
Awal Penyebutan Fenomena Strawberry Moon, Apa Bedanya Dengan Bulan Purnama Biasa?

Pada 21 Juni 2024 fenomena alam munculnya Strawberry Moon. Apakah bedanya dengan bulan purnama biasa?


Ini Tanggal Jatuhnya Idul Adha di Berbagai Negara

34 hari lalu

Ilustrasi sapi qurban. ANTARA/Yusran Uccang
Ini Tanggal Jatuhnya Idul Adha di Berbagai Negara

Perayaan Idul Adha tidak dilakukan secara serentak. Artinya tergantung posisi bulan


Juni Penuh Fenomena Langka di Langit, Ada Strawberry Moon Hingga Parade Planet

43 hari lalu

Bulan purnama bersinar di balik kubah masjid di Kairo, Mesir, 24 Juni 2021. Strawberry Moon merupakan Supermoon terakhir di tahun 2021. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Juni Penuh Fenomena Langka di Langit, Ada Strawberry Moon Hingga Parade Planet

Banyak fenomena benda langit langka yang terjadi sepanjang Juni 2024. Catat perkiraan tanggal dan waktu berikut ini agar tidak terlewat.


Anggota Parlemen Jepang: Ancaman Keamanan UFO Tidak Bisa Diabaikan!

44 hari lalu

Penampakan sebuah bola raksasa di Pantai Enshu, Hamamatsu, Jepang, 22 Februari 2023. Beberapa pihak menduga benda itu mirip dengan sesuatu yang ada di serial kartun Dragon Ball, ada juga berpendapat bola merupakan UFO yang jatuh dari langit. Hingga ada yang berasumsi bola itu bisa saja ranjau. Twitter/@XMiS10C4M6QthSG via REUTERS
Anggota Parlemen Jepang: Ancaman Keamanan UFO Tidak Bisa Diabaikan!

Penampakan UFO tidak boleh diabaikan begitu saja karena bisa jadi itu adalah drone atau pesawat pengintai, kata anggota parlemen Jepang


Pesawat SpaceX Elon Musk Tak Kunjung Siap, Miliarder Jepang Batalkan Misi Mengelilingi Bulan

44 hari lalu

Pengusaha Jepang Yusaku Maezawa melayang di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 9 Desember 2021. Yusake Maezawa via Instagram/via REUTERS
Pesawat SpaceX Elon Musk Tak Kunjung Siap, Miliarder Jepang Batalkan Misi Mengelilingi Bulan

Maezawa sudah memesan tiket mengelilingi bulan dengan Starship SpaceX sejak 2018 lalu.


Kepala Otorita IKN Mundur Diganti Plt, Begini Problem Lingkungan yang Harus Dihadapi

45 hari lalu

Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi Menteri Investasi/Kepala BKPB Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono (kanan) dan para pimpinan konsorsium pengusaha Indonesia meninjau alat berat dalam peletakan batu pertama Hotel Nusantara di Kawasan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis 21 September 2023. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Kepala Otorita IKN Mundur Diganti Plt, Begini Problem Lingkungan yang Harus Dihadapi

IKN disebut akan berdampak serius terhadap penghancuran ekosistem regional Kalimantan yang saat ini sudah terancam industri sawit, tambang, HTI.


Misi Chang'e 6 Cina Mendarat Mulus di Sisi Gelap Bulan, Ini Misi yang Diemban

46 hari lalu

Moon lander Chang'e 6 dari Cina mendarat di Bulan. Xinhuanews
Misi Chang'e 6 Cina Mendarat Mulus di Sisi Gelap Bulan, Ini Misi yang Diemban

Cina kembali mendarat di Bulan lewat misi Chang'e 6. Kedua kalinya turun di sisi Bulan yang jauh dari Bumi. Negara pertama yang melakukannya.


Batal ke Bulan, T.O.P eks BIGBANG Isyaratkan Bakal Comeback dengan Lagu Baru

48 hari lalu

T.O.P eks BIGBANG. Foto: Instagram/@dearmoonproject
Batal ke Bulan, T.O.P eks BIGBANG Isyaratkan Bakal Comeback dengan Lagu Baru

T.O.P mengungkapkan perasaannya setelah pengumuman pembatalan perjalanan ke bulan bersama dearMoon SpaceX.