Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Gunung Marapi Belum Punya Sabo Dam, Bandingkan dengan 272 di Lereng Merapi

image-gnews
Sebuah mobil yang terdampak banjir bandang di Nagari Bukik Batabuah, Agam, Sumatera Barat, Minggu, 12 Mei 2024. Banjir bandang akibat meluapnya aliran air lahar dingin Gunung Marapi serta hujan deras di daerah itu mengakibatkan 18 tewas, sejumlah rumah rusak dan ratusan warga diungsikan. ANTARA/Iggoy El Fitra
Sebuah mobil yang terdampak banjir bandang di Nagari Bukik Batabuah, Agam, Sumatera Barat, Minggu, 12 Mei 2024. Banjir bandang akibat meluapnya aliran air lahar dingin Gunung Marapi serta hujan deras di daerah itu mengakibatkan 18 tewas, sejumlah rumah rusak dan ratusan warga diungsikan. ANTARA/Iggoy El Fitra
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sumatera Barat membutuhkan sedikitnya 150 unit sabo dam (struktur yang berfungsi sebagai bangunan pengendali aliran lahar di sungai) untuk mengantisipasi potensi banjir lahar dan banjir bandang dari lereng Gunung Marapi. "Sabo dam itu untuk menahan batu-batu besar serta kayu atau pohon yang terbawa arus dari lereng Gunung Marapi," kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy di Padang, Minggu 19 Mei 2024, dikutip dari Antara.

Jumlah 150 itu berdasarkan kebutuhan enam sabo dam setiap sungai. Sementara, jumlah aliran sungai yang berhulu di Marapi dan berpotensi menyebabkan banjir dan banjir bandang ada sekitar 25 sungai. "Sekarang kita di Sumatera Barat cuma punya dua cek dam, bukan sabo dam," katanya.

Audy membandingkan dengan aliran-aliran sungai di Gunung Merapi, Yogyakarta, yang memiliki sekitar 272 sabo dam. Kondisi di Sumatera Barat disebutnya masih jauh dari ideal. Tahun ini, dia menambahkan, Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR merencanakan membangun sekitar 12 sabo dam pada enam aliran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi.

Banjir lahar dingin di Kali Gendol Merapi, Sleman, DIY, Rabu 1 Desember 2021. FOTO/DOK BPBD SLEMAN

Audy berharap ke depan jumlah sabo dam pada aliran sungai yang memiliki potensi bencana itu bisa terus ditambah, sehingga benar-benar bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Selain sebagai pengendali aliran lahar, sabo dam juga bermanfaat untuk mencegah bahaya longsor, menahan bebatuan dan kayu yang dibawa arus banjir.

Ketentuan Relokasi dan Bantuan Perbaikan Rumah

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi penanganan darurat yang di gelar di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, pada Kamis lalu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan masih terus memetakan wilayah mana saja yang terdapat sungai yang menjadi jalur aliran lahar dingin dari atas lereng Marapi. BNPB melakukannya bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan BMKG. 

Sedangkan bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak banjir lahar dan banjir bandang pada 11-12 Mei 2024 lalu menyiapkan lahan relokasi. Suharyanto menekankan pentingnya percepatan, salah satunya, pendataan kebutuhan akan relokasi warga yang rumahnya terdampak dengan rincian mulai dari rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Selain itu, rumah warga yang tidak rusak namun masuk dalam zona rawan bencana juga agar di data.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

melakukan evakuasi korban pascabanjir bandang di Nagari Bukik Batabuah, Agam, Sumatera Barat, Minggu, 12 Mei 2024. Banjir bandang akibat meluapnya aliran air lahar dingin Gunung Marapi serta hujan deras di daerah itu mengakibatkan 18 tewas, sejumlah rumah rusak dan ratusan warga diungsikan. ANTARA/Iggoy El Fitra

Sedangkan warga yang tidak direlokasi dan tergolong tinggal di tempat aman, namun rumahnya rusak, akan mendapatkan bantuan perbaikan rumah dengan rincian Rp 60 juta untuk rusak berat, Rp 30 juta untuk rusak sedang, dan Rp 15 juta untuk rusak ringan. 

Data Jumlah Korban dan Sebaran Wilayahnya

Untuk jumlah korban jiwa, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, hingga hari rapat itu dilakukan, jumlahnya 67 orang. Per Kamis itu, 20 orang masih dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian, lalu 3 korban tewas belum teridentifikasi. Di luar itu, sebanyak 40 orang mengalami luka-luka.

Sebanyak total 989 keluarga terdampak banjir lahar dan banjir bandang Gunung Marapi 11-12 Mei lalu. Jika dirinci berdasarkan wilayah, korban jiwa di Kabupaten Agam sebanyak 22, Kota Padang Panjang 2 jiwa, Kabupaten Tanah Datar 29 jiwa, Kabupaten Padang Pariaman 12 jiwa, di Kota Padang 2 jiwa, dan Kabupaten Limapuluh Kota tidak ada yang meninggal namun 1.995 jiwa terdampak.

Pilihan Editor: Datangkan Alat dari Luar Negeri, Ini 3 Fungsi Utama Indonesia Digital Test House yang Diresmikan Jokowi

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BNPB: Longsor di Mimika, Tujuh Warga Meninggal

2 hari lalu

Ilustrasi tanah longsor. Tempo/Imam Hamdi
BNPB: Longsor di Mimika, Tujuh Warga Meninggal

Menurut BNPB, hujan lebat tiga hari menyebabkan tanah longsor di Mimika, Papua Tengah, 14 Juli 2024. Tujuh warga meninggal dunia.


Banjir di Luwu Utara Akibat Luapan Empat Sungai, Jalan Trans Sulawesi Ikut Terdampak

3 hari lalu

Kondisi banjir di Kab Luwu Utara, Senin (15/7). Sumber video: BPBD Kab Luwu Utara
Banjir di Luwu Utara Akibat Luapan Empat Sungai, Jalan Trans Sulawesi Ikut Terdampak

Hujan deras sejak 15 Juli lalu membuat sejumlah sungai utama di Kabupaten Luwu Utara meluap dan melimpas ke pemukiman masyarakat.


BNPB: 7.000 Lebih Warga Mengungsi Imbas Banjir di Kota Gorontalo

5 hari lalu

Warga mengungsi dengan menggunakan perahu di Tilango, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat, 12 Juli 2024. Pemerintah setempat mendata 9.370 warga dari delapan desa di Kecamatan Tilango terkena dampak banjir luapan Danau Limboto, Sungai Tapodu dan Bulango. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
BNPB: 7.000 Lebih Warga Mengungsi Imbas Banjir di Kota Gorontalo

Banjir ini menjadi yang terparah di Gorontalo pada pertengahan tahun 2024


BNPB: Lima Kecamatan Terdampak Banjir di Seram Bagian Barat

8 hari lalu

Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan
BNPB: Lima Kecamatan Terdampak Banjir di Seram Bagian Barat

BNPB menyatakan, hujan selama beberapa hari menyebabkan banjir di lima kecamatan di Seram Bagian Barat, Maluku.


Puluhan Masih Hilang, Pencarian Korban Longsor Tambang di Bone Bolango Terganjal Cuaca Buruk

8 hari lalu

Tanah longsor yang melanda Desa Tulabolo, Kecamatan Suwaw, wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Minggu 7 Juli 2024. Sumber: Istimewa.
Puluhan Masih Hilang, Pencarian Korban Longsor Tambang di Bone Bolango Terganjal Cuaca Buruk

Pencarian korban yang tertimbun longsor tambang di Kabupaten Bone Bolango terhambat guyuran hujan. Alat berat sulit bergerak.


Banjir di Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku, BNPB Sebut Layanan Publik Masih Terganggu

8 hari lalu

Banjir di Dusun Loki, Seram. Cuplikan video. X/@Valdinho74
Banjir di Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku, BNPB Sebut Layanan Publik Masih Terganggu

Tiga jembatan penghubung antar desa di Kabupaten di Seram Bagian Barat terdampak banjir.


Evakuasi Korban Longsor Tambang di Desa Tulobalo Gorontalo Alami Kesulitan

10 hari lalu

Tanah longsor yang melanda Desa Tulabolo, Kecamatan Suwaw, wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Minggu 7 Juli 2024. Sumber: Istimewa.
Evakuasi Korban Longsor Tambang di Desa Tulobalo Gorontalo Alami Kesulitan

Evakuasi korban longsor mengalami kesulitan karena kondisi cuaca dan jalan ekstrem menuju lokasi.


Gempa Batang M4,4 Rusak 240 Rumah, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat

11 hari lalu

Sejumlah relawan, TNI, dan Polri bergotong royong membersihkan sisa reruntuhan salah satu ruangan yang terdampak gempa bumi di SD Negeri Kalisalak, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin, 8 Juli 2024. Pemerintah daerah setempat menetapkan status tanggap darurat selama satu minggu pascaterjadinya gempa dengan magnitudo 4,4 pada Minggu kemarin. ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Gempa Batang M4,4 Rusak 240 Rumah, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat

Gempa bumi di Batang dan Pekangan pada Ahad, 7 Juli lalu, merusak ratusan rumah serta fasilitas pemerintah dan publik. Ada pemukiman yang rusak berat.


Hujan Lebat Menghambat Pencarian Korban Longsor Tulabolo, 10 Meninggal dan 43 Hilang

11 hari lalu

Tanah longsor yang melanda Desa Tulabolo, Kecamatan Suwaw, wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Minggu 7 Juli 2024. Sumber: Istimewa.
Hujan Lebat Menghambat Pencarian Korban Longsor Tulabolo, 10 Meninggal dan 43 Hilang

Bencana tanah longsor ini melanda kawasan tambang mineral di Desa Tulabolo pada Minggu pagi pukul 09.00 WITA.


Pemerintah Alokasikan Rp 11 Triliun untuk Perpanjang Bansos Beras hingga Desember

11 hari lalu

Warga usai mendapat sekarung beras saat pembagian bansos beras di kantor Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 11 Mei 2024. Kementerian Sosial mendistribusikan bantuan sosial beras sebagai jaring pengaman sosial untuk keluarga penerima manfaat yang sudah terdata dan terverifikasi. TEMPO/Prima mulia
Pemerintah Alokasikan Rp 11 Triliun untuk Perpanjang Bansos Beras hingga Desember

Pemerintah akan melanjutkan Bansos pangan beras, daging ayam dan telur pada semester II 2024 dengan alokasi anggaran Rp 11 triliun.