Perilaku Online Masyarakat Belum Aman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Situs-situs jejaring sosial dan Internet boleh saja menjadi sebuah gaya hidup baru masyarakat. Namun, sebagian besar masyarakat ternyata belum memiliki kebiasaan daring (online) yang benar dan aman. Demikian dikatakan Yudhi Kukuh, Technical Security Consultant Eset Indonesia, dalam sebuah bincang-bincang di Universitas Tarumanegara, Jakarta, kemarin. Acara yang diikuti sekitar 300 mahasiswa itu dimaksudkan untuk mensosialisasi kebiasaan daring yang aman dan nyaman. 

    Yudhi mengatakan hampir setiap detik ratusan ribu virus atau program jahat mengancam sistem operasi, berkas, dan jaringan. Namun, pengguna komputer masih jarang memperbarui sistem operasi, memastikan koneksi Internet yang aman, dan tak menyadari ancaman di balik sebuah halaman situs web.

    Selain itu, pengguna sering memakai password yang sama untuk berbagai account, mudah percaya pada informasi di Internet, dan mengumbar informasi personal. "Enkripsi dan backup juga data kita. Ancaman selalu mengincar website dengan hit tinggi dan online game saat ini menjadi sasaran empuk," kata Yudhi.

    Yudhi menambahkan, antivirus yang tepat bagi kalangan kampus adalah peranti lunak yang ringan, bisa melakukan pemindaian secara real time, dan mampu mendeteksi ancaman baru secara proaktif. Eset dengan teknologi Advanced ThreatSense adalah satu vendor yang menjanjikan kemampuan tersebut.

    DEDDY SINAGA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.