Perubahan Iklim Jadi Materi Ajar di Sekolah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelajar taman kanak-kanak hingga sekolah menengah akan mendapat materi ajar perubahan iklim. Materi ini dikembangkan dari Climate4Classrooms (C4C), yang dibuat oleh Royal Geographical Society dan Royal Meteorological Society, Inggris. Selain di Indonesia, British Council juga menyebarkan C4C kepada siswa di Cina, Meksiko dan Inggris.

    Namun C4C bukan mata pelajaran tersendiri sehingga tidak mengubah isi kurikulum. "Dapat dipakai untuk mengembangkan materi education for sustainable development/ESD," kata Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan Nasional ketika membuka seminar Sosialisasi Materi C4C kemarin di Jakarta. Menurut dia, materi ini dapat diterapkan pada mata pelajaran biologi, geologi, antropologi, sosiologi, matematika, termasuk materi ajar muatan lokal.

    Fasli mencontohkan, di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, ada pelajaran mengenai pemanfaatan sumber daya alam baik untuk pelestarian maupun sumber ekonomi. Pada pelajaran matematika, misalnya, siswa dapat membuat perhitungan kaitan kenaikan suhu Bumi, paras muka laut dan luas wilayah pesisir yang bakal terendam.

    Menurut Keith Davies, Country Director British Council Indonesia, pendekatan ESD tak hanya meningkatkan pengetahuan siswa. "Juga membentuk pola pikir dan perilakunya." C4C ini multi-subject, karena dapat disampaikan oleh guru bidang studi apa pun. Selain itu, across-subject yang terintegrasi dengan banyak mata pelajaran lainnya.

    Ada dua bagian materi ajar C4C di Indonesia. Pertama, materi online, yang disusun British Council, dan dua lembaga di Inggris serta dapat diakses di http://www.climate4classrooms.org/ atau o.http://www.climate4classrooms.org.id/.
    Kedua, disusun oleh British Council dengan para pelatih dan para guru TK sampai sekolah menengah di bawah naungan Kementerian Pendidikan Nasional.

    Selain tiga lokakarya dan seminar, tim penyusun akan uji coba penggunaan rancangan materi di beberapa sekolah. Setelah itu, ujar Nita Murjani, konsultan Climate Security British Council, dapat digunakan secara luas oleh guru dan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Amanda Katili menilai materi ini strategis karena dapat melahirkan berbagai inisiatif mengatasi perubahan iklim pada level individu. "Karena itu, pelajar harus dikenalkan isu ini dan solusinya," kata Amanda, Ketua Unit Informasi Dewan Nasional Perubahan Iklim dan Koordinator The Climate Project Indonesia.

    l UNTUNG WIDYANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?