Belajar Menyehatkan Otak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Neurobiolog Universitas California menampilkan bukti visual pertama bagaimana belajar bisa meningkatkan kesehatan otak dan juga simulasi mental dapat mengurangi efek penuaan memori dan fikiran. Tim peneliti yang diketuai Lulu

    Chen dan Chritine Gall menemukan setiap hari bentuk tampilan neuron penerima memperlihatkan fungsi sel otak pada level optimum. Penemuan ini menggunakan teknik pengembangan visualisasi untuk mempelajari memori otak.

    Neuron penerima diaktifkan oleh protein yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang memfasilitasi perkembangan dan perbedaan koneksi, atau sinapsis, tanggung jawab untuk komunikasi antar neuron. BDNF dianggap sebagai kunci dalam formasi memori.

    "Temuan mengkonfirmasi hubungan kritis anatra belajar dan perkembangan otak dan diharapkan kami bisa menemukan cara memperbesar hubungan melalui langkah pencegahan di masa depan," kata Chen, peneliti anatomi & neurobiologi.

    Hasil temuan ini muncul pada the Proceedings of the National Academy of Science edisi online 1 Maret.

    Sebagai tambahan dari penemuan bahwa aktivitas otak dibentuk dari sinyal BDNF ke sisi dimana neurons membangun sinapsis, peneliti menganggap proses ini terkait pada ritme pelajar pada otak, yang disebut ritme teta, penting pada memori baru.

    Rhitme theta tersimpan pada hippocampus mempercepat singkronisasi neuron tiga sampai delapan kali per detik. Rhitme ini telah dikaitkan dengan mekanisme seluler antara belajar dan memori.

    Pada penelitian hewan pengerat, tim menemukan bahwa bekajar tak teratur dan aplikasi lama dari rhitme theta memicu sinyal pada daerah kreaasi sinapsis. "Hubungan ini mempunyai implikasi dalam membentuk kesehatan otak," kata Gall, professor anatomi dan neurobiologi.

    "Teradapat bukti theta rhitme terbangun sesuai umur kita, dan temuan kami menyarankan ini bisa menghasilkan perbaikan memori. Di sisi lain, mereka menyarankan tetap membuat mental aktif selama hidup dapat menjaga sinyal neuron BDNF pada kondisi konstan, yang mungkin membatasi memori dan menolak pengertian."

    Peneliti kini mencoba menggali apakah belajar-menyebabkan sinyal tumbuh meningkat sesuai umur dan jika demikian, bisakan ini menjadi penyedia obat bagi keluarga baru. Penelitian ini juga didukung psychiatri dan profesor prilaku manusia Gary Lynch, dan beberapa peneliti lain, seperti Christopher Rex.

    SCIENCEDAILY | PURW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?