Operator: SMS Gratis Tak Banjiri Operator Lain  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SMS Gratis

    SMS Gratis

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Program pesan pendek alias SMS gratis masih membanjiri pasar. Tapi para operator ramai-ramai menyatakan bahwa pengiriman SMS mayoritas on-net atau sesama operator, jadi tidak membanjiri jaringan operator lain (off-net). 

    Chief Marketing Officer PT Indosat Guntur S. Siboro mengatakan, 80 persen SMS gratis itu adalah on-net. "Sesama Indosat," ujarnya pada peluncuran Layanan Mentari 50 di Jakarta, Kamis lalu. 

    Suara senada datang dari PT Excelcomindo Axiata (XL). Febriati Nadira, Head of Corporate Communication XL, mengatakan, perbandingan on-net dan off-net adalah 70 berbanding 30. "Jadi masih banyak yang ke sesama XL," ujar sosok yang akrab dipanggil Ira itu. 

    Pernyataan tersebut tentu berbeda dengan pendapat Telkomsel, yang menyampaikan protesnya kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Operator ini merasa SMS gratis dari operator lain telah membanjiri jaringannya. 

    Telkomsel lantas mengusulkan skema bagi hasil (biaya interkoneksi) untuk pengiriman dan penerimaan SMS. Artinya, Telkomsel selaku penerima SMS tetap kecipratan pendapatan dari pengiriman SMS operator lain. 

    GM Corporate Communications Telkomsel Indra Ricardo mengatakan, SMS gratis ini harus dilihat sebagai domain hubungan antaroperator yang perlu dijembatani oleh regulator. "Agar terbentuk kompetisi yang kondusif dan fair antaroperator," ujar Indra melalui surat elektronik.

    Operator lain emoh dan berkukuh memakai skema lama, yaitu sender keep all. Artinya, pendapatan dari pengiriman sebuah SMS masuk ke pundi-pundi operator pengirimnya. 

    BRTI pun sepakat dengan skema ini namun melarang operator menggratiskan SMS lintas operator. Maka lahirlah surat pelaksana tugas Direktur Jenderal Postel selaku Ketua BRTI Nomor 306/BRTI/XII/2009 tertanggal 30 Desember 2009 tentang Program Promo Layanan Telekomunikasi.

    Dalam aturan itu disebutkan, para penyelenggara telekomunikasi dilarang untuk menawarkan tarif nol dalam promosi dan memberikan bonus gratis untuk layanan SMS lintas penyelenggara telekomunikasi. 

    Di lapangan, prakteknya lain. Program SMS gratis off-net masih terjadi. Lucunya, Telkomsel, yang sempat menyatakan menghentikan program SMS gratis lintas operator pada 6 Januari lalu, justru kembali menawarkan program serupa.

    Baru-baru ini Telkomsel meluncurkan paket Kartu As 1.000 SMS dan Kartu As Serba Rp 1.000. Dari layanan itu, pelanggan akan sangat puas mengetik SMS bahkan (dalam tagline iklannya) disebutkan, jempol bisa bengkak memencet tombol ponsel.

    Indra tak menjawab ketika ditanyai apakah itu balasan bagi operator lain. Dia hanya mengatakan program ini hanya untuk memberi keleluasaan bagi pelanggan hingga 1.000 SMS. "Kami ingin memberi lebih bagi penggemar SMS dan daerah rural tanpa memikirkan biaya," ujarnya. 

    Bagaimanapun akhir perang SMS gratis itu nantinya, yang jelas SMS masih menjadi primadona pemasukan bagi para operator. XL, misalnya, menurut Ira, meraup 20 persen pendapatan perusahaannya dari SMS dan layanan nilai tambah (VAS). Total SMS per hari 370 juta.

    Indosat lebih besar lagi. Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya mengatakan, SMS dan VAS menyumbangkan 40 persen dengan total 500 juta SMS per hari. SMS dan VAS, kata Teguh, merupakan bisnis yang matang sehingga harus terus dipertahankan dan dinaikkan pendapatan rata-rata per user alias ARPU-nya. 

    Telkomsel sendiri ternyata tak lebih besar dibanding Indosat dan XL. Menurut Indra, saban harinya mereka menangani 320 juta SMS. Namun ia tak mau menyebutkan berapa persentase sumbangsih SMS bagi pendapatan perusahaan.

    DEDDY SINAGA | DIAN YULIASTUTI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.