Esia Ikut Luncurkan Program Tarif Rp 1.000

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Sama seperti beberapa operator lain, PT Bakrie Telecom Tbk meluncurkan kartu perdana baru melalui program SP Sepuasnya. Dengan kartu perdana ini pengguna bisa memilih layanan telpon dan pesan pendek (sandek) atau short message service hanya Rp 1.000 dan berjejaring sosial.

    Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Erik Meijer mengatakan program kartu perdana ini menyusul program sebelumnya yakni Esia Ganas. Namun program ini hanya meluncurkan kartu baru tidak di-bundling dengan ponsel tertentu.

    "Program kartu perdana terakhir ya tahun lalu. Program kali ini memberi kepuasan lebih banyak terutama dengan jaring sosial," ujar Erik disela-sela peluncuran di Plaza FX, Rabu (17/3).

    Erik menjelaskan dengan kartu perdana ini pelanggan bisa memilih atau menggunakan tiga paket yang ditawarkan. Yakni Paket Puas 1 memberikan pemakaian fitur jejaring sosial dan kabar selebritas seharian dengan tarif Rp 500. Paket puas 2 dengan tarif Rp 1.000 untuk pemakaian pengiriman telpon dan SMS tanpa batas sesama Esia lokal dan interlokal Sedangkan paket puas 3 untuk pengiriman SMS ke sesama Esia.

    Erik menjelaskan kartu ini tidak hanya untuk pelanggan baru, juga pelanggan lama. Pelanggan lama bisa mengikuti program ini dengan registrasi terlebih dulu.

    Dari program baru ini, kata Erik, Bakrie telecom membidik dua juta pelanggan baru. Angka ini hanya separo dari total yang ingin diraih perusahaan yakni 4 juta pelanggan. Dua juta pelanggan baru, ingin dibidik dari program bundling kartu perdana dan ponsel.

    Erik juga mengharapkan program-program ini mempertahankan average rate per user sebesar Rp 30 ribu. "Angka segitu sudah cukup bagus, tetap kami pertahankan," ujarnya.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.