Eset Sumbang Antivirus untuk Seribu Warnet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penandatanganan kerjasama Eset Peduli Warnet

    Penandatanganan kerjasama Eset Peduli Warnet

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Eset Indonesia menyumbang lisensi antivirus NOD32 edisi bisnis untuk 1.000 warung Internet di seluruh Indonesia. Sumbangan itu dilakukan dalam program Eset Peduli Warnet yang pendaftarannya dimulai bulan April dan pemberian lisensi dilakukan bulan ini. 

    Lisensi itu berlaku selama enam bulan dan pengguna akan mendapatkan pelatihan teknis selama program berlaku. "Kalau ingin memperpanjang akan diberikan diskon sampai lebih dari 50 persen," kata Chrissie Maryanto, Channel Manager Eset Indonesia, di Jakarta kemarin. 

    Nod32 adalah antivirus yang juga memiliki kemampuan sebagai antispyware. Untuk edisi bisnis, pengguna dapat melakukan pengelolaan secara tersentralisasi atau disebut pula dengan istilah Centralized Remote Administrator. 

    Centralized Remote Administrator memungkinan pengguna melakukan instalasi, pengelolaan antivirus, monitoring (termasuk melakukan pembaruan database secara tersentral), dan membuat laporan berkala. 

    "Ini yang tidak ada di antivirus gratisan," ujar Yudhi Kukuh, Country Manager Eset Indonesia. 

    Program ini digelar bersama Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari). Irwin Day, ketua umum Awari mengatakan program Eset Peduli Warnet itu sejalan dengan kegiatan pihaknya dalam mengkampanyekan warnet yang bersih dan nyaman serta mengajak kembali pelanggan menggunakan warnet. 

    "Supaya orang nyaman ke warnet, bersih mulai dari software, ruangan, sampai hardware," ujar Irwin. 

    Seperti diketahui, di saat pengguna Internet Indonesia terus bertambah, bisnis warnet justru kian terjepit. Ini kemungkinan disebabkan makin murahnya Internet dan booming penjualan komputer jinjing. 

    DEDDY SINAGA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.