Samsung Luncurkan TV Seri LED LFD

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Televisi Samsung seri EX LED Large Format Display

    Televisi Samsung seri EX LED Large Format Display

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Samsung Electronics Co.Ltd kembali meluncurkan seri televisi layar lebarnya. Baru-baru ini, vendor Korea tersebut merilis televisi seri EX LED Large Format Information Display (LFD).

    Produk anyar tersebut beratnya 35-40 persen lebih ringan dari produk sejenis, dan tersedia dalam ukuran 40, 46 dan 55 inci serta opsi built-in PC. Samsung juga mengklaim produk ini cocok untuk menayangkan iklan yang besar.

    Direktur Eksekutif Divisi Visual Display Samsung Electronics Jin-Hwan Kim mengatakan produk ini mempunyai banyak kelebihan dibanding televisi LCD konvensional. Antara lain layarnya yang ramah lingkungan, mempunyai efisiensi yang tinggi dan gambar berkualitas. .

    "Produk ini akan menjadi unggulan dengan solusi yang lebih nyaman kepada pengguna dan teknologi ke depan," ujar Kim dalam siaran persnya.

    Kim menambahkan produk ini mampu menghemat pemakaian listrik hingga 40 persen dibanding LCD. Klaimnya ini diperkuat dengan adanya sertifikat energy star 5.0 untuk produk tersebut. Televisi EX LED LFD juga mempunyai opsi built-in PC, sehingga pengguna juga memfungsikan televisi ini sebagai  PC.

    Seri EX menggunakan kecepatan panel refresh sebesar 120 Hz. Teknologi ini diklaim dapat mengubah gambar lebih cepat tanpa menampilkan gerakan yang buram. Mempunyai resolusi Full HD 1920 x 1080 dan tingkat kontras yang tinggi. Samsung juga mempunyai solusi konten manajemen, Magicinfo i, untuk mengatur tampilan secara mudah dan terhubung secara jarngan.

    Produk ini juga mempunyai Port RJ45 untuk tampilan melalui kabel LAN dari manapun. Untuk mengatur sumber tampilan dan suara menggunakan teknologi OSD.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?