Bocornya Data Pengguna iPad, FBI Turun Tangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • iPad. AP

    iPad. AP

    TEMPO Interaktif, New York - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) akhirnya turun tangan untuk menyelidiki kasus bocornya data milik 114 ribu pengguna Apple iPad. Seperti diberitakan kantor berita Associated Press, biro federal pada Kamis (10/6) waktu setempat, sedang menyelidiki kebocoran tersebut di operator AT & T.

    Lebih dari 114 ribu pemilik Apple iPad yang alamat e-mailnya bocor, diantaranya termasuk pejabat pemerintahan, adalah pelanggan operator telekomunikasi tersebut. Dari kebocoran data alamat email itu, FBI melihat adanya "ancaman kejahatan internet yang potensial".

    Pihak AT & T Inc sendiri menolak berkomentar soal ini. Perusahaan operator telepon yang berbasis di Dallas itu mengakui bahwa alamat e-mail pengguna iPad bocor melalui situs webnya, namun kebocoran tersebut telah ditutup. Pembobolan data ini hanya dialami para pengguna iPad yang mendaftar untuk layanan internet nirkabel 3G.

    Bobolnya sistem pengamanan data pengguna iPad itu diduga karena terbongkarnya nomor seri kartu SIM atau ICC-IDs (integrated circuit card identifiers) untuk iPad. Di dalam nomor tersebut tersimpan data siapa-siapa saja pengguna iPad. Dari situlah, kelompok hacker yang menyebut dirinya Goatse Security mengatakan telah mendapatkan lebih dari 114 ribu alamat e-mail pengguna iPad. Apple Inc, pembuat iPad, juga belum mengomentari soal pembobolan data ini.

    AT & T telah meminta maaf soal ini dan akan memberitahu semua pengguna yang alamat e-mailnya mungkin telah diakses oleh para hacker tersebut. Kendati tak cukup efektif karena para hacker hanya memiliki alamat e-mail, mereka tahu betul bahwa orang-orang yang menerima kiriman e-mail adalah para pengguna iPad dan pelanggan AT & T, yang biasa menerima e-mail dari Apple dan AT & T seputar akun mereka.

    Nah, disinilah para hacker mendapat peluang untuk mengelabui agar para pengguna iPad itu membuka kiriman e-mail yang telah ditanami perangkat lunak berbahaya.

    Alamat email Walikota New York, Michael Bloomberg termasuk yang dibobol, namun walikota yang sekaligus miliuner media ini mengatakan tidak tahu soal itu karena tidak memahaminya.

    "Seharusnya tak cukup sulit untuk mencari tahu alamat e-mail saya," kata Bloomberg, "Tapi jika Anda mengirim e-mail dan saya tidak ingin membacanya, ya saya tidak membukanya. Bagi saya hal itu bukanlah masalah besar. "

    DIM/AP


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?