Oleh-oleh Debu Asteroid Dari Hayabusa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hayabusa menyerupai kilatan terang terlihat dari Glendambo, pedalaman Australia (13/6). REUTERS/Wakayama University Institute for Education on Space

    Hayabusa menyerupai kilatan terang terlihat dari Glendambo, pedalaman Australia (13/6). REUTERS/Wakayama University Institute for Education on Space

    TEMPO Interaktif, Sydney - Setelah tujuh tahun melanglang buana di luar angkasa, sebuah kapsul satelit milik pemerintah Jepang, Hayabusa berhasil membawa debu asteroid.

    Sebuah pesawat penyelidik antariksa Jepang telah mendarat di daerah padang pasir bagian selatan Australia, Minggu dini hari. Pesawat luar angkasa yang diluncurkan pada 2003 menempuh 6 miliar kilometer menuju sebuah asteoid dekat bumi, Itokawa.

    Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) menyatakan pesawat luar angkasa itu membawa sebuah benda yang berharga. Hayabusa, yang berarti elang dalam bahasa Jepang, mendarat di asteroid yang bentuknya tak beraturan itu pada 2005.

    Misi si elang tadi adalah untuk membawa contoh material asteroid tersebut ke bumi. Dengan sampel tersebut, para ilmuwan berharap dapat menguak rahasia pembentukan tata surta.

    Juru bicara JAXA Makoto Miwada mengatakan debu yang menjadi oleh-oleh Hayabusa sangat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan. "Ini fantastis," katanya. Debu asteroid itu, kata dia, akan dianalisis di Jepang dan diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan.

    Reuters | Rini K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?