Sony Targetkan Bentuk Komunitas Fotografer Perempuan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Acara peluncuran kamera Sony DLSR seri NEX di Senayan City, Jakarta.

    Acara peluncuran kamera Sony DLSR seri NEX di Senayan City, Jakarta.

    TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Sony Indonesia ingin membentuk perempuan fotografer dalam komunitas alpha dengan kamera barunya, seri NEX.

    Mengapa perempuan, karena kamera seri NEX ini mempunyai fitur yang mudah digunakan, ringan dan tidak rumit. Digital Image Product Manager PT Sony Indonesia Danu Sagoro mengatakan produk ini dinilai mampu menjawab kebutuhan para perempuan pecinta fotografi. Danu mengatakan pernah survei kecil-kecilan dan kamera ini dinilai cocok untuk mereka.

    "Yang jelas kami ingin membentuk komunitas (fotografer) alpha perempuan," ujar Danu usai peluncuran produk tersebut di Senayan City, hari ini.

    Menurut Danu fitur kamera ini cukup lengkap dan tidak terlalu banyak tombol yang dinilai merepotkan perempuan. Danu juga mengatakan kamera seri NEX, yakni NEX 3 dan NEX 5 di kelas yang sama dinilai lebih unggul dari pesaingnya.

    Kamera kompak ini memiliki desain yang langsing,tipis, dan bobotnya juga sangat ringan. Seri alpha NEX ini terdiri dari NEX 3 dan NEX 5. Kedua model kamera ini memungkinkan penggunanya mengambil gambar berkualitas DLSR dengan lebih mudah, dan kualitas sensor gambar Exmor APS HD CMOS 14,2 megapiksel. Pada NEX 5 Sony juga menanam fitur lainnya yakni perekaman video definisi tinggi (HD)108i dalam format AVCHD.

    Danu juga meyakini kamera dengan konsep baru ini akan segera diikuti oleh pesaingnya. Kamera ini bakal dipasarkan di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, Makasar. Untuk penjualan kamera alpha sebelumnya, kata Danu, mulai dari 2007 hingga 2009 tumbuh cukup signifikan. "Alhamdulilah juga sesuai target kami," ujarnya.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?