Privasi Di Facebook Tak Gratis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung menggunakan layanan Facebook secara gratis di Karebosi Link, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/2).   TEMPO/Fahmi Ali

    Sejumlah pengunjung menggunakan layanan Facebook secara gratis di Karebosi Link, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/2). TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO Interaktif, California - Jika Facebook seolah-olah enggan memperbaiki layanan privasi penggunanya, itu mungkin disebabkan situs jejaring sosial tersebut ingin para pelanggan membayar jasa mereka.

    CEO MyLife.com, Jeff Tinsley mengatakan jika para pengguna Facebook benar-benar ingin perusahaan itu melindungi data pribadi, maka Anda harus membayar untuk mendapatkan hak istimewa tersebut.

    "Jika Anda adalah pelanggan yang membayar, maka Facebook akan mengecualikan informasi pribadi Anda," kata Tinsley. Menurut dia, perusahaan pengelola situs jejaring itu selama ini hidup dari iklan. Oleh karenanya, ketika iklan membutuhkan data penggunanya untuk memasarkan suatu produk atau layanan, Facebook tak dapat menolaknya.

    Jadi, jangan heran ketika Facebook seperti mengabaikan kritik dari beberapa kelompok pemerhati Facebook, seperti ACLU, Electronic Frontier Foundation, dan Privacy Rights Clearinghouse yang menyatakan Facebook masih setengah hati dalam melindungi informasi pribadi penggunanya melalui surat terbuka pekan lalu.

    Menurut Tinsley, situs yang dibuat Mark Zuckerberg ini mengalami dilema antara pengguna dengan pengiklan. "Karena pendapatannya hanya bergantung pada iklan dan itu menempatkannya dalam konflik dengan pengguna," katanya.

    Tapi berapa besarnya biaya yang dikeluarkan supaya mendapatkan hak istimewa itu? Tinsley mengaku belum mengkalkulasinya. Lalu, apakah Anda bersedia membayar untuk Facebook?

    PC World|Rini K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.