Bisnis Antrian iPhone 4  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Jeff Chiu

    AP/Jeff Chiu

    TEMPO Interaktif, San Francisco - Alex Lee, Chris Bank dan Joe Lobato adalah orang-orang yang mendambakan iPhone 4, gadget terbaru buatan Apple. Mereka sama-sama mengantri untuk menjadi orang yang pertama menggenggam telepon pintar generasi keempat itu di London, Inggris dan San Francisco.

    Namun bedanya, Alex, 24, tak menggunakan taktik bisnisnya dalam mengantri selama 32 jam di depan toko yang menjual iPhone. Sementara Chris Bank yang sudah menyiapkan peralatan berkemahnya di depan sebuah toko Apple di Stockton Street tiga hari sebelum gadget itu dijual pada Kamis kemarin.

    Pria 24 tahun itu menggelar tenda dan kantung tidur supaya mendapat dua tempat pertama dalam baris antrian. Pria ini mengaku belum pernah seantusias ini untuk mendapatkan gadget apapun. "Tapi kini aku akan beralih," katanya sembari mengangkat telepon pintar BlackBerry-nya.

    Untuk menarik perhatian, Bank juga memposting di akun Twitter bahwa dia sudah mengantri untuk menjadi orang pertama yang menggenggam iPhone 4 di Amerika. Di situ, tak lupa dia menawarkan tempat di posisi kedua dalam baris antrian yang sudah "menjadi wilayahnya".

    Dia memulai penawaran untuk posisi kedua itu dengan harga US$ 200. Siapa yang paling tinggi penawarannya bakal menjadi orang kedua plus jepretan kamera wartawan yang akan mengabadikan orang pertama dan kedua di Amerika yang berhasil menggenggam iPhone 4.

    Adapun Joe Lobato, juga membuka tawaran US$ 200 untuk posisi ketiga, antrian setelah Bank. Jika Bank sibuk dengan peralatan kemahnya, Lobato hanya bermodal sebuah kursi dan dia hanya menerima pembayaran secara tunai. "Uang itu akan langsung saya gunakan untuk membeli iPhone 4," kata pria mengaku tak tidur selama 30 jam ini. Satu unit iPhone 4 yang paling murah dijual dengan harga US$ 199.

    Cnet|Rini K|


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?