Gandeng Telkomsel, MLW Luncurkan Notebook dual OS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Netbook SpeedUp N101 Arte, modem speedUp dan ponsel Growell dipegang seorang model. (Foto: Dian Y/Tempo)

    Netbook SpeedUp N101 Arte, modem speedUp dan ponsel Growell dipegang seorang model. (Foto: Dian Y/Tempo)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Produsen perangkat internet broadband PT MLW bersama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) meluncurkan netbook dengan dual sistem operasi SpeedUp N1010 Arte. Netbook ini dibenami iBrowser sebagai andalan untuk browsing.

    Netbook ini dibenami dua sistem operasi yakni Windows 7 dan openoffice Linux. Pengguna tinggal memilih salah satu sistem operasi yang diinginkan. "Sudah embeded di dalamnya, saat boot tinggal pilih salah satu," ujar Direktur Produk dan Teknologi MLW Rahmad Widjaja Sakti disela-sela peluncuran produk MLW di Hotel Crown, hari ini.

    Rahmad mengatakan hingga saat ini belum ada netbook yang mempunyai dua sistem operasi dalam satu perangkat. Jikapun ada, kata dia, pengguna harus menginstalnya sendiri.

    Untuk memudahkan pengguna berselancar, MLW mengandalkan iBrowser sebagai andalan netbook. iBrowser ini berplatform openoffice linux. "Kami kembangkan di Taiwan, untuk kebutuhan pelanggan yang butuh cepat untuk browsing," ujar Rahmad. Untuk menambah kecepatan berselancar ini notebook ini juga disambungkan dengan google chrome.

    Netbook ini mempunyai prosesor intel Atom N280 1,66 Ghz, didalamnya terdapat 1GB DDR2 RAM, 2,555 SATA 160 HB HDD. Pelengkap lainnya yakni 4 in 1 card reader, WLAN, LAN dan batere 6 sel. Layarnya WSVGA LED backlight LCD screen berukuran 10 inci dan 95 full size keyboard. Untuk menyambung dengan jejaring sosial, netbook inipun dilengkapi dengan fitur Facebook, twitter, MyPulau, Dunia Games web launcher serta aplikasi chat.

    Netbook ini dibandrol mulai Rp 2,8 juta rupiah. MLW menargetkan menjual sedikitnya seribu unit hingga akhir tahun ini.

    Deputy VP Channel Management PT Telekomunikasi Selular Agus Setia Budi mengatakan memilih produk MLW ini untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. "Dari spek dan harga, kami rasa produk ini cukup dijangkau. Murah tetapi bisa memenuhi kebutuhan," ujarnya.

    Dia mengakui produk ini tidak cocok untuk fungsi kerja yang cukup besar.Selain itu, kata Agus, netbook untuk kerja tidak terlalu banyak digunakan. "Presentasenya kecil untuk kerja, edit dan segala macam," ujar Agus.

    Dian Yuliastuti


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.