Berburu Pengemplang Pajak Lewat Google Earth  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Google Earth

    Google Earth

    TEMPO Interaktif, Pemerintah Yunani tahu betul memanfaatkan teknologi. Mereka menggunakan teknik baru untuk memburu para pengemplang pajak: Menggunakan aplikasi Google Earth.

    Situs berita Der Spiegel baru-baru ini melaporkan, satuan pembasmi kejahatan keuangan Yunani, SDOE menggunakan berbagai teknik tidak biasa dalam memburu para penggelap pajak yang licin, di antaranya menggunakan helikopter dan menggunakan Google Earth.

    Salah satu yang didata lewat aplikasi tersebut adalah kolam renang. Ya, para orang kaya di Yunani, yang kebanyakan berprofesi sebagai pengusaha, dokter dan pengacara tidak mencantumkan kolam renang di dalam laporan pajaknya. Padahal kolam renang sesuatu yang wajib dilaporkan dan dikenai pajak.

    Dengan teknik baru ini, pemerintah Yunani berhasil menemukan belasan ribu kolam renang yang tidak terdaftar. Sebelumnya, jumlah kolam renang yang tercatat di Athena hanya sebanyak 324, setelah menggunakan Google Earth, SDOE menemukan 16.974 kolam renang.

    Kepala SDOE, Kapeleris adalah orang yang berada di balik kesuksesan ini. Pria berusia 50 tahun itu bekerja ekstra keras tiap hari untuk menggenjot pajak. Ia bekerja sejak jam 7 pagi hingga larut malam. “Kami akan mempersempit ruang gerak mereka yang curang,” katanya. “Dan kami bukan hanya menangkap “ikan kecil” tapi juga menjaring “ikan besar.”

    SPIEGEL ONLINE I POERNOMO G RIDHO

     

    Baca Berita Terfavorit Lainnya:

    KPK Bagikan Hadiah untuk Pelapor Kasus Korupsi

    Susah Temui Marzuki, Seorang Pria Mengamuk di Gedung DPR

    Newsweek Dijual ke Pengusaha Sound System

    Sebelum Terkenal, Lady Gaga Berambut Hitam Kecokelatan dan Kesepian

    Pengusaha Cina Tawar Liverpool


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.