Anak Jalanan Dilatih Mereparasi Ponsel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatihan teknisi ponsel bagi anak jalanan. ANTARA/Jafkhairi

    Pelatihan teknisi ponsel bagi anak jalanan. ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Tak kurang dari 100 anak jalanan dan penyandang cacat mendapatkan pelatihan keterampilan mereparasi ponsel dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Pelatihan memperbaiki ponsel rusak ini merupakan salah satu kegiatan sosial perushaan operator  selular tersebut.

    Program pelatihan ini melibatkan para pemuda dari enam kota, yakni Bogor, Malang, Purwokerto, Yogyakarta, Cikampek dan Medan. Pelatihan dilaksanakan mulai 19 Agustus hingga 2 September mendatang.

    GM Corporate Social Responsibility Telkomsel, Tubagus Husniyullah mengatakan kegiatan ini untuk memberikan manfaat bagi anak jalanan dan penyandang cacat. “Kegiatan diharapkan bermanfaat dan berguna untuk peningkatan potensi diri mereka," ujar Tubagus melalui siaran persnya hari ini.

    Program pelatihan ini akan memberikan pembekalan teknik dasar reparasi ponsel dan strategi bisnisnya bagi peserta. Mereka diharapkan dapat mengembangkan potensinya dalam berwirausaha.

    Para peserta pelatihan ini diberikan teori dan praktik, mulai dari pengenalan komponen ponsel, peralatan reparasi, hingga simulasi berbagai kasus kerusakan ponsel dan cara penanganannya.

    Setelah mendapat pelatihan, para peserta ini akan mempraktekkan ketrampilan tersebut di sejumlah posko Telkomsel Siaga di 23 titik jalur mudik dan tempat wisata. Antara lain di jalur Jam Gadang Bukit Tinggi, Pelabuhan Bakaheuni, Kebun Binatang Ragunan, Grojogansewu Tawangmangu, Batu Raden Purwokerto, Pantai Pasir Putih, Taman Safari Pandaan, dan Pantai Kuta.

    Mereka akan menjaga counter reparasi ponsel gratis untuk menangani konsultasi dan reparasi ringan kerusakan ponsel pelanggan.

    DIAN YULIASTUTI 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?