Cari 3000 Ahli TI, IBM Gandeng Asosiasi Perguruan Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - IBM menggandeng Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) untuk menyiapkan bibit-bibit yang ahli di bidang teknologi informasi (TI). Kerjasama yang dilakukan melalui pengembangan program studi Teknologi Informatika (TI), Komputer dan bisnis di berbagai perguruan tinggi.

    Dari 850 universitas dan perguruan tinggi dan komputer di tanah air, IBM menggandeng Politeknik Telkom Bandung untuk tahap awal. "Kerja sama ini  dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan industri di perekonomian global yang berubah-ubah,” kata  Country Manager Software Group, IBM Indonesia, Kustiawan Kusumo dalam siaran persnya, hari ini.

    Menurut dia, kebutuhan akan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang teknologi informasi semakin meningkat. Setiap tenaga ahli di bidang itu harus mampu mengelola proses dan fungsi data yang rumit secara efisien pada setiap perusahaan.

    Beberapa materi IBM Academic Initiative yang akan diberikan dalam program studi yang berkaitan dengan teknologi informasi, seperti bahasan mengenai software engineering and architecture dengan piranti lunak IBM Rational, kemampuan kolaborasi dengan piranti lunak IBM Lotus, kecakapan teknologi Java dengan piranti lunak IBM WebSphere dan kecakapan Pengelolaan Basis Data dengan teknologi IBM DB2, dan teknologi komputasi awan atau cloud computing.

    Target dari inisiatif ini, menurut Kustiawan adalah melatih dan mensertifikasi 3.000 mahasiswa tentang teknologi IBM dalam waktu tiga tahun. "Kalangan akademis dan industri harus bekerja sama membekali mahasiswa dengan kecakapan untuk menghadapi dunia kerja," kata Ketua Aptikom, Richardus Eko Indrajit.

    Adapun Direktur Politeknik Telkom, Budi Sulistyo mengatakan program IBM ini memberikan peluang bagi mahasiswa dan tenaga pengajar untuk mempelajari pengetahuan bisnis dan teknologi informasi secara mendalam. "Ini akan membuat mahasiswa kami lebih unggul dari rekan-rekan mereka,” katanya.

    Rini Kustiani


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.