Intip E-Mail Orang Bisa Berbuntut Penjara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • whitneys-corner.livejournal.com

    whitneys-corner.livejournal.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Jika Anda gemar membuka e-mail teman, saudara, atau bahkan istri atau suami, mulailah berpikir dua kali. Jangan sampai Anda bernasib seperti Leon Walker, 33 tahun, teknisi komputer dari Rochester Hills, Michigan, Amerika Serikat.

    Walker mencurigai istrinya selingkuh. Lantas, dengan keahliannya membongkar password, ia masuk ke akun e-mail istrinya di Gmail untuk menemukan bukti perselingkuhan.

    Sayang, perbuatan Walker diketahui istrinya. Kini, jaksa penuntut di Oakland County menuntut dia dengan tuduhan tindak pidana penggunaan komputer secara salah.

    Tuntutan seperti itu biasanya dikenakan pada pencuri identitas orang, hackers, atau penipu melalui transaksi online. Akibat perbuatannya itu, Walker menghadapi ancaman hukuman lima tahun penjara.

    Jaksa penuntut umum Jessica Cooper beralasan keahlian Walker sebagai teknisi komputer digunakan dengan salah dan membahayakan orang lain.

    “Orang ini adalah hacker. E-mail itu ada password-nya. Jika tak memiliki keahlian tinggi sulit melakukan hal seperti itu,” ucap Cooper.

    Clara, istri Walker, diduga berselingkuh dengan mantan suami keduanya, yang ditahan akibat memukul dia depan anaknya. Si anak merupakan hasil hubungan Clara dengan suami pertamanya.

    Walker sangat peduli dengan nasib anak itu. Ia pun meneruskan e-mail istrinya kepada suami pertama Clara agar mengambil hak asuh anak tersebut.

    “Saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan,” kata Walker membela diri. “Di sini ada jiwa anak yang terancam bahaya dan harus diselamatkan.”

    COMPUTERWORLD | FIRMAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.