Stephen Hawking Resmi Bergabung dengan Facebook

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stephen Hawking. AP/Dave Einsel

    Stephen Hawking. AP/Dave Einsel

    TEMPO.CO, Jakarta - Pria yang diklaim sebagai salah satu orang terpintar di dunia akhirnya bergabung dengan komunitas pengguna Facebook. Stephen Hawking, pria itu, membuat laman resmi di Facebook dan membagikan status pertamanya setelah sebelumnya hanya mengubah foto profil.

    "Saya selalu berpikir, bagaimana semesta ini bisa tercipta? Waktu dan luar angkasa mungkin selamanya akan jadi misteri, tapi saya tidak akan berhenti mencari tahu. Saya sangat bersemangat membagikan itu semua kepada kalian," tulis Hawking, seperti dilansir dari CNET, Sabtu, 25 Oktober 2014. (Baca: Fisikawan Stephen Hawking Boikot Israel)

    Unggahan itu langsung disukai oleh lebih dari 23 ribu akun Faebook. Hingga hari ini, laman resmi Hawking itu sudah disukai sekitar 1,5 juta orang dan diklaim sebagai laman yang paling banyak disukai di antara para ilmuwan lain yang sudah bergabung dengan Facebook. (Baca: Stephen Hawking: Manusia Bisa Hidup Abadi)

    Pada pos lain, Hawking bergurau dengan menyebut dirinya sebagai "alien bersuara robot". Ilmuwan dari Centre for Theoretical Cosmology di University of Cambridge ini juga membagikan video tantangan ember es yang dia lakukan bersama beberapa rekannya.

    Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi. Ia mengalami kelumpuhan dan hampir seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan. Namun ia terus berkarya dengan menulis sejumlah buku pengetahuan dan menjadi selebritas akademik serta teoretikus fisika yang terkenal di dunia.

    RINDU P. HESTYA | CNET

    Berita Lain:
    Cara Menjawab Soal Matematika Via Kamera Ponsel 
    Google-Oxford Kembangkan Kecerdasan Buatan 
    Menguak Asal-usul Misterius Galaksi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.