Selasa, 20 November 2018

Sebangsa, Media Sosial Berbasis Layanan Publik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Media Sosial

    Media Sosial

    TEMPO.CO, Jakarta - Aplikasi buatan Indonesia, Sebangsa, memperkenalkan konsep media sosial berbasis layanan publik. Sebangsa diharapkan mampu memanfaatkan aspek sosial menjadi solusi yang bermanfaat. (Baca: Orang Indonesia Senang Berbagi Pengalaman Kuliner)

    "Kami ingin mengemas perilaku orang Indonesia yang senang dengan media sosial, agar lebih terstruktur," ujar Chief Executive Officer dan Principal Founder Sebangsa, Enda Nasution, di Jakarta, 11 November 2014.

    Menurut Enda, kebanyakan media sosial masih mengutamakan fungsi sosialnya saja. Dia melanjutkan, informasi atau berita umumnya berasal dari akun milik instansi atau dari portal berita. Lewat Sebangsa, pengguna diharapkan lebih aktif berbagi informasi beserta solusinya.

    Fitur unggulannya adalah 911 yang berfungsi untuk melaporkan kondisi darurat. Pengguna dapat melaporkan kondisi darurat yang dapat disesuaikan dengan kategori yang tersedia, antara lain kecelakaan, perampokan, dan orang hilang. Bahkan ada juga kategori gaib untuk melaporkan peristiwa kesurupan.

    Informasi tersebut akan muncul di linimasa. Selanjutnya, pengguna dapat memilih penanganan sesuai dengan tempat terjadinya peristiwa. Nomor telepon kantor pihak berwajib juga akan muncul secara otomatis. Pengguna juga dapat memilih laporan melalui sistem yang terkoneksi ke pihak berwajib.

    Di fitur ini juga terdapat menu unggulan Pesan Panik yang berfungsi untuk mengirimkan informasi kondisi darurat dengan cara merekam suara. "Sebab dalam kondisi panik, umumnya orang meminta pertolongan dengan berteriak," kata Enda. 

    Selanjutnya, yang juga diunggulkan adalah fitur 1800 untuk menyuarakan keluhan konsumen. Seperti pada 911, keluhan juga akan muncul di linimasa. Pada fitur ini terdapat juga daftar merek yang disesuaikan dengan keluhan.

    Adapun untuk mencegah adanya informasi palsu, ada administrator yang bertugas memantau posting-an pengguna. Jika ada konten yang tidak relevan, maka pengguna tidak dapat menggunakan Sebangsa untuk waktu tertentu. Pengguna lain juga dapat melaporkan langsung ke administrator. "Kalau sudah berulang kali, akan kami blokir," kata dia.

    Sebangsa pertama kali diluncurkan sejak September lalu di platform iOS. Sedangkan untuk Android baru diluncurkan sebulan kemudian. Aplikasi ini bakal meluncur untuk Windows Phone dan BlackBerry di akhir 2014. Saat ini jumlah pengguna aktifnya sudah mencapai ribuan.

    Dalam memacu profit, sejauh ini Sebangsa belum berencana menampilkan iklan mobile. "Sejauh ini belum, namun kerja sama dengan mitra adalah hal yang penting," kata Adi P. Widjonarko, yang juga pendiri Sebangsa, di tempat yang sama. Dia mencontohkan, kerja sama kemungkinan dilakukan dengan perusahaan telekomunikasi.  Simak berita tekno lainnya di sini.

    SATWIKA MOVEMENTI

    Berita lain
    Terlalu Cepat, Kumbang Macan Berburu tanpa Melihat  
    Difabel Diajak Ikut Kompetisi Teknologi Informasi
    Lenovo Muszik A319, Ponsel untuk Penggila Musik
    Pengguna Facebook Messenger Tembus 500 Juta
    Gara-gara Cinta, Otak Kurang Merespons Ancaman  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.