Hewan-hewan Ini Mitra Operasi Militer Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kopral. Brandon Dieckmann menguji coba sebuah robot anjing atau disebut Cujo di Area Kahuku, Hawaii, Amerika Serikat, 12 Juli 2014. Cujo merupakan anjing robot yang berfungsi untuk mengangkut perlengkapan dan senjata milik tentara. dailymail.co.uk

    Kopral. Brandon Dieckmann menguji coba sebuah robot anjing atau disebut Cujo di Area Kahuku, Hawaii, Amerika Serikat, 12 Juli 2014. Cujo merupakan anjing robot yang berfungsi untuk mengangkut perlengkapan dan senjata milik tentara. dailymail.co.uk

    TEMPO.COWashington - Kantor Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat merilis hasil penelitian tentang bagaimana gajah bisa mengendus bahan peledak. Gajah-gajah tersebut tidak akan digunakan dalam pertempuran, tapi peneliti berharap memanfaatkan apa yang mereka pelajari itu untuk mengembangkan sensor elektronik yang digunakan tentara AS pada masa depan.

    Itu salah satu langkah militer AS menggunakan hewan untuk membantu mereka dalam operasi. Masih banyak hewan lain yang digunakan. Washington Post pada Jumat, 13 Maret 2015, melansir beberapa contoh hewan yang dipakai Amerika, dari yang baru hingga yang kontroversial. Inilah hewan-hewan itu.

    Lumba-lumba
    Angkatan Laut AS telah menggunakan lumba-lumba dalam berbagai cara, termasuk untuk mendeteksi ranjau bawah air. Program Mamalia Laut Angkatan Laut AS mengawasi penggunaannya dan mengatakan bahwa kemampuan lumba-lumba untuk menggunakan sonar membuat mereka cocok untuk pekerjaan itu.

    Singa Laut
    Program Mamalia Laut juga telah menggunakan singa laut. Hewan ini mampu menemukan potensi perenang musuh dekat dermaga dan kapal yang menarik perhatian mereka.

    Tikus
    Para pejabat Angkatan Darat Amerika Serikat disorot pada tahun 2012 ketika mereka menggunakan tikus dalam Rugged Automated Training System (RATS), yang dikembangkan untuk melihat seberapa baik tikus bisa menemukan bom.

    Penggunaan tikus memiliki beberapa keuntungan, termasuk ukurannya yang kecil yang memungkinkan mereka menyelinap ke ruang kecil.

    Babi
    Militer AS telah menggunakan babi dan kambing dalam pelatihan medis selama bertahun-tahun. Mereka menembak kambing, lalu bergegas memberikan bantuan medis, sehingga pasukan akan lihai dalam perawatan cedera tempur.

    Praktek ini telah dilarang oleh People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) dan organisasi lain sebagai tindakan yang tidak manusiawi, tetapi militer mengatakan hal ini sangat penting untuk pelatihan. Pentagon mengakui rencana akhir tahun lalu untuk mengurangi penggunaan binatang hidup, tapi akan melanjutkan pelatihan trauma tempur.

    Merpati
    Jauh sebelum penggunaan drone, militer telah menggunakan merpati untuk mengirim pesan dan melakukan pengintaian melintasi medan perang. Praktek ini terutama biasa dilakukan selama Perang Dunia I dan II.

    Anjing
    Ini mungkin cara yang paling jelas, mengingat meluasnya penggunaan gigi taring selama perang di Irak dan Afganistan. Sebuah buku baru-baru ini, War Dogs: Tales of Canine Heroism, History and Love, mengurai bagaimana penggunaan anjing dalam militer telah berkembang selama bertahun-tahun.

    WASHINGTON POST | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.