WC Ramah Lingkungan LIPI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:“Bio-toilet adalah alternatif menuju sanitasi berkelanjutan dan penghematan penggunaan air,” kata Neni Sintawardani, peneliti fisika LIPI. “Matriksnya juga dipilih yang dapat diperoleh dengan mudah karena banyak diproduksi di daerah.” Prinsip teknologi bio-toilet ini adalah penggunaan media serbuk kayu sebagai matriks penangkap limbah organik, baik padat maupun cair. “Limbah itu dapat terolah secara biologis dengan cepat tanpa menimbulkan bau,” kata Neni. Pengunaan serbuk kayu ini membuat pemakaian air pembilas kotoran berkurang. Bio-toilet ini juga tidak memerlukan saluran pembuangan dan mudah dipindahkan. Bio-toilet ini juga bisa dipadukan untuk pembuangan limbah dapur. Saat ini ujicoba bio-toilet telah dilakukan di Pesantren Daarut Tauhid di Bandung. Menurut Neni, para santri dapat menerima penerapan teknologi ini dan tidak ada masalah apapun. Neni menyatakan, tantangan terbesar perbaikan sanitasi di masyarakat adalah persepsi umum masyarakat bahwa WC atau kakus adalah ruang kotor yang berada di belakang. Selain itu juga masih ada keterbatasan sarana sanitasi. “Ini menjadi kendala masyarakat di berbagai daerah, teruatama daerah kering atau padat penduduk,” tambahnya.tjandra

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.