Dokter RS Hasan Sadikin Pisahkan Bayi Kembar Devina-Devani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Balita kembar siam asal Sumedang, Devani-Devina (2) ditemani orangtua Eni Mulyani dan Endi Hendi bermain usai menjalani observasi oleh tim dokter RSUP dr Hasan Sadikin, Bandung, 25 Oktober 2016. ANTARA/Agus Bebeng

    Balita kembar siam asal Sumedang, Devani-Devina (2) ditemani orangtua Eni Mulyani dan Endi Hendi bermain usai menjalani observasi oleh tim dokter RSUP dr Hasan Sadikin, Bandung, 25 Oktober 2016. ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, Bandung - Tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam Devina-Devani, Kamis pagi, 15 Desember 2016."Operasi diperkirakan sampai pukul 11 malam,” kata Ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSHS Bandung, Sjarif Hidajat.

    Menurut Sjarif, persiapan operasi dilakukan sejak pukul 05.15 WIB. Kedua bayi dipuasakan sejak malam. Tahapan operasinya, setelah pembiusan, tim dokter bedah urologi memulai operasi.

    “Tujuannya untuk melihat kejelasan (kondisi bayi) karena selama ini lihat dari pencitraan,” ujarnya. Tim dokter melibatkan antara lain spesialis anastesi, bedah anak, ortopedi, dan bedah plastik.

    Menjelang rencana operasi pemisahan, tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat dr Hasan Sadikin Bandung menemukan beragam kelainan pada bayi kembar siam Devina-Devani yang dirujuk Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang tersebut.

    Kelainan pada kedua bayi kembar siam berusia 2 tahun 3 bulan tersebut, seperti organ usus besar (kolon) dan rektum (ujung saluran pencernaan) yang hanya satu pada mereka.

    Temuan kelainan lainnya pada sistem pencernaan, yakni usus halus dari kedua bayi kembar itu bersatu di satu tempat sebelum bermuara di usus besar. Ureter atau saluran kemih yang keluar dari ginjal pun masing-masing ada yang bermuara pada satu kandung kemih.

    Tim dokter harus memindahkan muara kandung kemih itu dari satu bayi ke kembarannya dengan cara pencangkokan. Tantangan lain bagi tim dokter, yakni kedua bayi tersebut tidak memiliki anus atau organ tempat keluarnya kotoran.

    ANWAR SISWADI

    Baca:
    Ahok Tokoh Paling Dicari di Google
    1 Miliar Akun Pengguna Yahoo Dibajak, Ini Kata Yahoo
    Saingi iPad Pro 9.7, Ini Spesifikasi Mi Pad 3


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.