Jumat, 23 Februari 2018

Kecerdasan Buatan Kalahkan Jagoan Game DOTA 2, Elon Musk Sesumbar

Oleh :

Tempo.co

Minggu, 13 Agustus 2017 11:12 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kecerdasan Buatan Kalahkan Jagoan Game DOTA 2, Elon Musk Sesumbar

    Ilustrasi kecerdasan buatan. Clearbridge Mobile

    TEMPO.CO, WashingtonElon Musk sesumbar saat kecerdasan buatan mampu mengalahkan gamer profesional DOTA 2. Game ini dibuat oleh pengembang e-Sport International.

    "Untuk pertama kalinya OpenAI mengalahkan pemain terbaik dalam kejuaraan eSports. Yang jelas lebih kompleks ketimbang catur atau Go," tulis Elon Musk dalam akun Twitternya, Sabtu, 12 Agustus 2017. OpenAI merupakan startup kecerdasan buatan yang dia danai.

    Baca: Bos SpaceX, Elon Musk: Kecerdasan Buatan Berpotensi Mengancam

    Kecerdasan buatan lawan gamer profesional DOTA 2 itu berlangsung di sela-sela turnamen tahunan DOTA 2 yang digelar selama pekan ini di Key Arena, Seattle, Washington, Amerika Serikat. Tim dari OpenAI membuat program kecerdasan buatan tersebut agar bisa mempelajari dan meniru cara bermain DOTA 2.

    Sebelumnya, Google juga telah menggelar pertandingan antara kecerdasan buatan dan pemain game profesional. AI AlphaGo, kecerdasan buatan yang dirancang tim dari Google Deepmind, mampu mengalahkan pemain Go profesional

    Baca: Canggih, Kecerdasan Buatan Ini Bisa Ungkap Resep Makanan

    Dalam sela-sela gelaran turnamen tahunan DOTA 2 ini, OpenAI menantang Danylo "Dendi" Ishutin, gamer profesional DOTA asal Ukraina. Dia tergabung dalam tim N'Vi.

    Sayangnya, dia lempar handuk dalam pertandingan satu lawan satu tersebut setelah kalah dua kali berturut-turut. "Seperti melawan manusia, tapi ada yang beda," kata Ishutin mengomentari kecerdasan buatan yang jadi lawannya, seperti dikutip dari laman berita teknologi The Verge, Ahad, 13 Agustus 2017.

    Baca: Facebook Beli Startup Kecerdasan Buatan Percakapan Ozlo

    Padahal, Ishutin dan timnya kerap menjadi juara dunia dalam game DOTA 2. Game ini merupakan permainan yang cukup kompleks. Tim harus bekerja sama untuk menghancurkan markas tim lawan.

    Tiap pemain bisa memilih satu di antara 113 karakter yang ada. Tiap karakter pun memiliki kekuatan khusus dan senjata. Perlu taktik dan strategi agar bisa  menerobos pertahanan lawan dan menghancurkan markas musuh.

    Kecerdasan buatan yang diprogram OpenAI hanya "dilatih" selama dua pekan sebelum pertandingan. Tentunya ini sesuatu yang sangat progresif sekaligus menakutkan. Sebab, hanya dalam waktu 14 hari, kecerdasan buatan mampu mengalahkan juara dunia.

    Baca: Moby Mart, Toko Swalayan Canggih dengan Kecerdasan Buatan

    Simak perkembangan kecerdasan buatan dan berita menarik lainnya tentang Elon Musk hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    THE VERGE | AMRI MAHBUB


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.