Delapan Startup Berguru ke Kamp Google, Ini Hasilnya

Kamis, 03 Maret 2016 | 18:51 WIB
Delapan Startup Berguru ke Kamp Google, Ini Hasilnya
Melihat eFishery, Inovasi Teknologi Perikanan Karya Anak Bangsa

TEMPO.CO, Jakarta - Delapan perusahaan startup Indonesia baru saja kembali dari pelatihan yang diselenggarakan  Google Inc di Mountain View, California Amerika Serikat Kamis 3 Maret 2016. Mereka berkumpul untuk berbagi kisah ihwal materi yang didapat dan bagaimana mereka akan mempraktikkan ilmu dari Google.

Kedelapan wirausaha di bisnis pemasaran digital angkatan pertama Google Developers Launched Acceletator tersebut, antara lain, eFishery, Jojonomic, Kakatu, Setipe.com, Kerjabilitas, Kurio, HarukaEdu, dan Seekmi.

“Selama bootcamp berlangsung, kami banyak belajar tentang mengembangkan produk yang mudah digunakan, memiliki nilai yang kuat, dan membangun loyalitas pelanggan,” ujar CEO Kakatu Muhammad Nur Awaludin saat diskusi di Panin Building, Jakarta, Kamis, 3 Februari 2016.

Baca Juga: Google Danai Inovasi Jurnalisme Digital

Hal senada juga disampaikan CEO eFishery Gibran Chuzaefah Amsu El Farizy. Dia menyebutkan, dalam pelatihan tersebut ada mentor yang memang ahli di bidang pemasaran digital yang siap menjawab pertanyaan. “Kami menerima nasihat teknis maupun praktis terkait bisnis kami,” kata dia.

Google memberikan pendanaan sebesar US$ 50 ribu (sekitar Rp 661 juta) kepada delapan pebisnis startup. Dana tersebut akan diberikan dua tahap. “Separuhnya akan diserahkan setelah melihat perkembangan usaha mereka,” ujar Google Developer Relations Program Manager Southeast Asia Erica Hanson. Lalu sisanya, ujar Erica, akan diberikan akhir Juni mendatang.

Selain Indonesia, ada tiga negara yang mengikuti program ini, yakni India dan Brazil. Ketiga negara ini dipilih karena memiliki iklim perkembangan yang sama, yakni teknologi baru sedang  berkembang di tengah jumlah populasi penduduk yang banyak. Dalam program yang berlangsung dua minggu ini, semua biaya ditanggung oleh Google.

BAGUS PRASETIYO

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan