Rabu, 20 September 2017

Mengenal Ricin, Racun Dahsyat Pembunuh Kim Jong-nam

Kamis, 16 Februari 2017 | 21:04 WIB
Racun RICIN. wikipedia.or.og

Racun RICIN. wikipedia.or.og.

TEMPO.CO, Kuala Lumpur -Lembaga intelijen Korea Selatan menduga Kim Jong-nam, saudara tiri Presiden Korea Utara, Kim Jong-un, diserang oleh dua agen perempuan mata-mata Korut di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2), Senin pagi. Saat itu dia sedang bersiap terbang ke Makao, tempat pengasingannya selama bertahun-tahun.

Kedua pembunuh itu dilaporkan menyemprotkan racun Ricin atau tetrodotoxin ke wajah Kim Jong-nam. Secara alami, ricin adalah penghambat, racun sangat ampuh yang berasal dari biji jarak, biji-bijian Ricinus communis. Tanaman tropis ini juga sumber minyak jarak (digunakan dalam pabrik dan produk kosmetika) dan terkenal sebagai tanaman hias.

Ricin bekerja dengan mencegah sel-sel membuat protein yang dibutuhkan. Tanpa protein, sel-sel mati. Ini membahayakan seluruh tubuh dan dapat menyebabkan kematian. Seperti kebanyakan bahan kimia lainnya, seseorang sakit setelah terpapar ricin tergantung tiga hal.

Yakni seberapa banyak ricin yang mengenainya, berapa lama paparan itu berlangsung, dan metode eksposur apa yang dilakukan (dihirup, ditelan atau disuntik). Gejala-gejala keracunan ricin sangat cepat termasuk dehidrasi yang parah serta menyerang hati dan ginjal.

Dalam budaya populer, botol kecil berisi ricin memainkan bagian yang kuat dalam episode akhir Breaking Bad, serial TV kabel tentang Walter White, guru kimia yang mengidap penyakit kanker dan beralih menjadi gembong crystal meth.


Ricin bukan hanya properti stasiun TV. Awal 2013, seorang aktris asal Texas mengirim surat-surat yang dicampur ricin ke Presiden Barack Obama dan Walikota New York Michael Bloomberg. Racun tersebut segera diketahui dan tak ada seorang pun yang terluka.

Kasus keracunan ricin paling terkenal terjadi di London pada 1978 ketika seorang pembunuh menusuk pelarian asal Bulgaria Georgi Markov dengan sebuah payung yang berisi bubuk ricin. Markov tewas tiga hari setelah penyerangan.

NATIONAL GEOGRAPHIC | POPULAR SCIENCE | HOTMA SIREGAR

 

Baca Juga:
Habibie: Indonesia Bukan Negara Islam, tapi Negara Demokrasi 
Racun Ditubuh Kim Jong-nam Lebih Mematikan Daripada Sianida

 

 


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.