Dua Abad Kebun Raya Bogor LIPI, Benteng Terakhir Flora Indonesia

Jum'at, 19 Mei 2017 | 08:19 WIB
Dua Abad Kebun Raya Bogor LIPI, Benteng Terakhir Flora Indonesia
Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan berulang tahun yang ke-200, Kamis. Namun, masih banyak yang belum tahu sejarah berdirinya pusat konservasi flora Indonesia itu.

TEMPO.CO, BogorKebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merayakan ulang tahunnya yang sudah dua abad, kemarin. Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI, Didik Widyatmoko, mengatakan momen ini sekaligus menjadi tonggak penting Kebun Raya Bogor untuk menjadi benteng terakhir penyelamatan flora di Indonesia.

"Karena Kebun Raya Bogor satu-satunya pusat konservasi ex-situ terbesar di Indonesia saat ini," kata Didik, di Kebun Raya Bogor, kemarin. Selama 200 tahun kiprahnya, kebun raya seluas 87 hektare ini sudah memiliki 12.531 spesimen tumbuhan yang terdiri dari 3.228 spesies, 1.210 marga, dan 214 suku.

Baca: Kebun Raya Bogor LIPI Berumur 2 Abad

Untuk merayakan usia dua abad ini, Kebun Raya Bogor melakukan beberapa acara. Salah satunya dengan diresmikannya dua tugu prasasti Dua Abad Kebun Raya Bogor. Presiden Indonesia Kelima Megawati Sukarno Putri meresmikan tugu tersebut. "Semoga flora Indonesia tetap lestari," kata Megawati, yang juga menjadi Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia.

"Plant and People in Harmony" diambil sebagai tema dalam perayaan dua abad Kebun Raya Bogor. Tujuannya, kata Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain, agar Kebun Raya Bogor bisa bergandengan dengan manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. "Fungsi utama kebun raya memang memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat secara luas," ujar Iskandar.

Baca: Sejarah Dua Abad Kebun Raya Bogor

Iskandar mengatakan, kebun raya memiliki lima fungsi utama. Di antaranya, yaitu konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan lingkungan, wisata, dan jasa lingkungan. Bahkan, dia menambahkan, juga berkontribusi dalam pengembangan masyarakat ekonomi sekitar.

Dalam perayaan ini, Kebun Raya Bogor juga meluncurkan perangko edisi dua abad. Perangko ini memuat anggrek dari 34 provinsi.

SIDIK PERMANA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru