Minggu, 18 Februari 2018

Situs Peninggalan Majapahit di Sidoarjo Jadi Tempat Swafoto Baru

Reporter:

Ishomuddin (Kontributor)

Editor:

Amri Mahbub

Kamis, 15 Februari 2018 14:30 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situs Peninggalan Majapahit di Sidoarjo Jadi Tempat Swafoto Baru

    Tampak bangunan dari tumpukan batu bata kuno didugapagar atau dinding yang ditemukan di areal sawah Desa Kedung Bocok,Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, 12 Februari2018. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Sidoardjo – Temuan Situs Peninggalan Majapahit di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, jadi wisata dadakan. Petugas kepolisian telah memberi garis pembatas di sekeliling bangunan diduga pagar atau dinding dari batu bata kuno.

    Pemerintah desa bersama pemuda dan komunitas pelestari cagar budaya setempat juga memamerkan ratusan artefak yang ditemukan di sejumlah lokasi di desa setempat. Ratusan benda purbakala bernilai sejarah itu disimpan dan dipamerkan di salah satu ruang balai desa setempat.

    "Saya penasaran ingin tahu katanya ada peninggalan purbakala yang ditemukan di sini, makanya saya kesini dengan teman-teman dan tetangga," kata salah satu pengunjung, Yuyun, Selasa, 13 Februari 2018.

    Yuyun datang dengan belasan perempuan paruh baya. Selain melihat bangunan diduga pagar dari batu bata, mereka juga berswa foto di lokasi setempat. "Kami baru tahu kalau disini banyak bangunan dan benda peninggalan zaman dulu," kata pengunjung yang lain, Diani.

    Baca: Petani Penemu Situs Peninggalan Majapahit: Saya dapat Mimpi Aneh

    Pemerintah desa bekerjasama dengan masyarakat juga telah menyiapkan spanduk petunjuk lokasi temuan situs dan menyediakan buku untuk daftar nama pengunjung. Mereka juga menyediakan kardus untuk kotak sumbangan bagi pengunjung yang berminat menyumbang seikhlasnya.

    Adanya temuan situs ini juga jadi berkah bagi masyarakat. Mereka juga menyediakan lahan parkir bagi kendaraan roda dua pengunjung. "Kami enggak menentukan tarif parkir, seikhlasnya. Hasilnya dibagi termasuk untuk kas desa," kata salah satu perempuan yang bertugas memarkir sepeda motor, Syariati. Menurutnya, sejak adanya penemuan situs, jumlah sepeda motor pengunjung bisa sampai 100 unit motor per hari.

    Tampak bangunan dari tumpukan batu bata kuno diduga pagar atau dinding yang ditemukan di areal sawah Desa Kedung Bocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, 12 Februari 2018. TEMPO/Ishomuddin

    Penemuan situs ini juga membawa berkah bagi masyarakat yang berdagang. Salah satu pedagang makanan ringan dan minuman, Makmuah, mengatakan dari hari ke hari jumlah pengunjung memang bertambah. "Hasilnya ya lumayan dibanding berjualan di rumah," katanya.

    Kepala Desa Kedungbocok Mohammad Ali Ridho berharap desanya menjadi tujuan wisata cagar budaya. "Kami berharap pemerintah kabupaten dan provinsi memfasilitasi kami agar desa kami dikenal sebagai wisata cagar budaya," katanya.

    Baca: Jawa Barat Siapkan Nama Jalan Majapahit dan Hayam Wuruk

    Setidaknya ada dua lokasi yang dikunjungi masyarakat yang penasaran yakni situs berupa bangunan diduga pagar yang terpendam di areal makam dan sawah sekitar 50 meter di utara atau belakang balai desa dan museum mini di balai desa setempat.

    Bangunan dan benda purbakala yang ditemukan di sejumlah lokasi di Desa Kedungbocok diduga bagian dari situs Alas (Hutan) Trik yang kini bernama Kecamatan Tarik. Dalam kitab Pararaton disebutkan bahwa Raden wijaya sempat tinggal di Alas Trik di abad ke-13 masehi sebelum mendirikan dan menjadi raja pertama Majapahit di Trowulan, Mojokerto. Saat itu Raden Wijaya berperang melawan Jayakatwang raja terakhir kerajaan Kadiri yang kini bernama Kediri.

    Baca: Warga Temukan Struktur Purbakala Diduga Candi Zaman Majapahit

    Simak artikel menarik lainnya tentang Situs Peninggalan Majapahit hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.