BMKG Deteksi 12 Titik Panas di Riau, Indikasi Kebakaran Hutan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru masih memantau kemunculan 12 titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan. TEMPO/Riyan Nofitra

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru masih memantau kemunculan 12 titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 12 titik panas di Provinsi Riau, yang menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan, pada Selasa pagi.

    Baca: BMKG: 157 Titik Panas Tersebar di Sumatera Indikasikan Karhutla

    Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru yang terakhir diperbarui pada pukul 07.00 WIB, Riau masih mendominasi jumlah titik panas di Pulau Sumatera sejak awal pekan ini. Total ada 23 titik panas (hotspot) di Sumatera, dan 12 di antaranya ada di Riau.

    Titik panas lainnya ada Sumatera Selatan sebanyak lima titik, Lampung tiga titik, dan Bangka Belitung dua titik, dan Bengkulu satu titik.

    Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno menyatakan jumlah titik panas bertambah dibandingkan Senin sore, 24 September 2018, yang terdeteksi 11 titik. Dari 12 titik panas pada pagi ini di Riau, yang paling banyak di Kabupaten Pelalawan dengan lima titik.

    Kemudian di Siak dan Kepulauan Meranti masing-masing tiga titik dan Indragiri Hulu ada satu titik. Selain itu, ada dua titik yang memiliki tingkat keakuratan (level of confidence) di atas 70 persen, sehingga dipastikan adalah titik api. "Dua titik tersebut di Pelalawan dan Kepulauan Meranti," katanya.

    Stasiun Klimatologi Riau sebelumnya juga menyatakan sejumlah area di Kabupaten Pelalawan punya risiko tinggi terjadi kebakaran hutan dan lahan, karena hari tanpa hujan lebih dari seminggu.

    Sementara itu, Kota Pekanbaru pada sore ini cerah berawan dan belum ada tanda akan turun hujan. Secara keseluruhan Riau akan mengalami cuaca cerah berawan. Potensi hujan ringan pada pagi hari diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rohil, Kota Dumai, Kampar, dan Inhil.

    Pada siang hari cuaca potensi hujan masih terjadi di daerah yang sama, namun diprakirakan juga meluas ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Pelalawan dan Inhu. Hujan di daerah tersebut diharapkan bisa membantu proses pemadaman Karhutla. Pada malam hari potensi hujan ringan terjadi di sebagian wilayah Kampar, Kuansing, dan Bengkalis.

    Ia menambahkan suhu udara di Riau diprakirakan mencapai 24 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembapan udara 45 - 97 persen. Angin bertiup dari arah Timur ke Selatan dengan kecepatan 09 - 27 km/jam.

    Simak artikel lainnya tentang BMKG di kanal Tekno Tempo.co.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.