Senin, 10 Desember 2018

Tips Teknologi: Mengetahui Aplikasi Android yang Aman

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • techblogz.com

    techblogz.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tips teknologi kali ini akan membahas tentang bagaimana mengetahui aplikasi Android aman untuk diunduh. Banyak apliaksi Android yang ditawarkan dalam Google Play Store, dan apabila kita tertarik dengan satu apalikasi, tanpa pikir panjang kita langsung meng-instalnya.

    Baca juga: Tips Teknologi: Menjaga Aktivitas Anak di Dunia Maya

    Lalu bagaimana cara mengidentifikasinya? Apakah ada virus? Seperti apakah aplikasi malware itu? Jika Anda pernah merasa terancam akibat aplikasi palsu, maka dalam keternagan tertulis, Selasa, 25 Seotember 2018, Avast memberikan tips untuk menghindari aplikasi palsu tersebut:

    1. Kenali Malware umum yang menginfeksi smartphone
    Sering kali disamarkan sebagai aplikasi yang sah. Malware ponsel dapat memata-matai aktivitas pengguna, mencuri data sensitif seperti kartu kredit atau detail bank, dan mengirim data itu ke pihak ketiga. Berikut contoh malware-malware jahat:

    Pertama ada Spyware, merupakan aplikasi yang dirancang untuk mengumpulkan informasi pengguna secara diam-diam, sambil berpose sebagai sesuatu yang bermanfaat. Spyware sering disamarkan sebagai permainan untuk menggiurkan pengguna agar menginstalnya. Tidak lama setelah dipasang, informasi sensitif seperti kontak, kebiasaan pengguna, rekaman obrolan, dan detail perangkat akan dikirim ke penjahat dunia maya.

    Kedua adalah Trojans, yang bersembunyi di dalam aplikasi asli dan mengelabui pengguna untuk menginstalnya. Trojan bisa sangat mengganggu dengan mengirim teks dan pembajakan browser, atau bisa lebih merusak dengan mencuri rincian perbankan pengguna dan mengambil alih perangkat.

    Ketiga ada malware Phising, praktek menyesatkan pengguna untuk mengunduh malware atau memberikan informasi dengan alasan palsu. Pengirim berpura-pura berasal dari sumber yang memiliki reputasi baik dan menggunakan teknik rekayasa sosial. Hal itu dilakukan ntuk menekan pengguna agar membuka lampiran yang terinfeksi atau meng-klik tautan berbahaya. Karena layar seluler kecil, menjadikan target yang menguntungkan untuk skema phishing.

    Google memiliki solusi anti-malwarenya sendiri dalam bentuk perlindungan internal pada perangkat Android dan Google Play Protect. Versi Android terbaru yang disebut Pie juga memiliki fitur keamanan yang kuat, menonaktifkan kamera dan mikrofon untuk aplikasi latar belakang. Serta keamanan tingkat kompilator untuk mendeteksi perilaku aplikasi berbahaya.

    Meskipun teknologinya cukup kuat, mereka tidak memiliki aturan atas izin yang mungkin pengguna berikan (mungkin tanpa disadari) ke aplikasi lain. Dengan kata lain, sebaiknya pengguna tahu apa yang harus dicari jika ingin memastikan tidak ada "kejutan yang tidak menyenangkan" dalam Google Play Store.

    Baca juga: 5 Tips Buat Jomblo Supaya Cepat Dapat Pacar

    Selanjutnya: Aplikasi palsu...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.