Mainan Seks Berteknologi Tinggi Dipamerkan di Berlin

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang gamer realitas virtual terbaring di lantai saat menunjukkan game virtual reality VR JCC dewasa

    Seorang gamer realitas virtual terbaring di lantai saat menunjukkan game virtual reality VR JCC dewasa "Mari Bermain dengan Nanai!" menggunakan headset VR dan boneka seks di kantor SOHO perusahaan di Tokyo, Jepang, 13 Juni 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Mainan seks berteknologi tinggi dipajang di pameran industri Venus tahunan di Berlin, Jerman, pekan ini. Mainan tersebut dapat meningkatkan kesenangan pemiliknya karena terintegrasi dengan smartphone dan virtual asistant yang bisa menjadi kekasih serta menjanjikan orgasme dengan pengalaman berbeda.

    Baca juga: Deretan Boneka Seks Realistis Dipamerkan di Venus Erotic Fair

    "Alexa, tolong percepat vibrator," ujar Public Relation wanita di booth-nya, seperti dilansir laman Global Handelsblatt, baru-baru ini. "Sekarang mainkan daftar putar romantis saya". Sayangnya, mainan seks yang dipamerkannya di Berlin selama akhir pekan itu tidak mendapat respon yang baik dari pengunjung.

    Salah satu mainan tersebut dibuat Lelo, perusahaan yang berbasis di Stockholm yang telah memenangkan beberapa penghargaan desain untuk mainan seks tampan yang tidak terlihat seperti mainan seks. Menurut Manager Public Relation Global untuk Lelo, Mirjana Vukelic Haluska, mainan yang dijuluki F1 itu adalah perangkat yang dapat merespon perintah seperti yang diberikan kepada asisten virtual seperti Alexa atau Siri.

    Alat seks Lelo The F1s. (handelsblatt.com)

    Baca juga: Libur Panjang Tingkatkan Minat Terhadap Seks

    "Mulai Desember, Lelo, yang menjual di 58 negara, juga akan menjual alat masturbasi pria. Alat ini berupa tabung kecil dengan sensor dan vibrator yang dapat berkomunikasi dengan aplikasi dan bahkan mengukur kinerja alat kelamin laki-laki, termasuk kecepatan dan sudutnya," kata Haluska. Mainan seks dengan teknologi Internet of Thing (IoT) itu memiliki karakter yang interaktif.

    Pemiliki situs website Neokul.com Damian Green berpendapat bahwa perangkat tersebut memiliki sesuatu yang baik dalam berhubungan, berinteraksi, dan melacak. Gadget paling inovatif yang dipajang adalah mainan yang mengukur kinerja. "Kami menjadi terobsesi dengan hal-hal seperti Fitbit dan aplikasi olahraga lainnya. Apa yang ingin saya ketahui sekarang, apakah akan ada di tingkat teratas?" lanjut Green.

    Baca juga: Ilmuwan: Robot Seks Tidak Punya Manfaat Medis

    Caleb Thompson, pendiri perusahaan Motorbunny, pembuat mainan seks dengan produk yang diklaim paling maju secara digital mengatakan bahwa bisnis mainan seks akan mengalami pertumbuhan pesat. "Ini adalah pertumbuhan industri," kata Thompson. "Dan integrasi adalah cara maju, bukan perangkat keras." Diprediksi bisnis mainan seks bisa mencapai revenue berkisar antara US$ 29 miliar dan US$ 64 miliar atau setara dengan Rp 420,5 triliun hingga Rp 928 triliun pada 2020.

    Itulah mengapa Motorbunny, yang dijual di Eropa akhir tahun ini, juga mulai mengembangkan teknologi mereka dengan membuat aplikasi ponsel. Dengan begitu konsumen dapat memilih pola untuk gerakan. Perangkat juga dapat dikontrol dari jarak jauh dengan asisten virtual Apple, Siri.

    Alat sex Ride-on rabbit. (handelsblatt.com)

    Untuk mengoperasikan Motorbunny mitra jarak jauh hanya membutuhkan koneksi internet dan tautan yang dikirim oleh pemakai perangkat. Tim dari Motorbunny dan Lelo telah membuka perangkat lunak mereka untuk pengembang eksternal.

    Baca juga: Riset: Hubungan Seksual Lebih dari Satu Pasangan Lebih Memuaskan

    Simak artikel menarik lainnya seputar mainan seks berteknologi tinggi hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    GLOBAL HANDELSBLATT | NEOKULL.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.