Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Xiaomi Redmi Note 6 Pro Rilis di Indonesia

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xiaomi Redmi Note 6 Pro. (mi.com)

    Xiaomi Redmi Note 6 Pro. (mi.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dengan topik perilisan Xiaomi Redmi Note 6 Pro, tiga gempa susulan terjadi akibat Sesar Saddang, dan penyebab artikel dan video bisa viral.

    Baca: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Serangan Siber Pertama di Dunia
    Baca: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Beda CVR dan FDR Black Box Pesawat
    Baca: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Fakta Menarik Black Box Pesawat

    Xiaomi resmi meluncurkan Redmi Note 6 Pro di Indonesia, Selasa, 6 November 2018. Selain itu, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengidentifikasi pemicu gempa tektonik di Mamasa, Sulawesi Barat.

    Juga, tak jarang sebuah berita atau video menjadi viral. Yang membuatnya populer tentu saja pembaca. Namun bagaimana para pembaca memutuskan membaca lalu menyebarkannya?.

    Ketiga topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Tekno. Berikut selengkapnya tiga berita hari ini yang terpopuler di kanal Tekno:

    1. Xiaomi Redmi Note 6 Pro Resmi Rilis, ini Spesifikasi Lengkapnya

    Xiaomi resmi meluncurkan Redmi Note 6 Pro di Indonesia, Selasa, 6 November 2018. Smartphone ini merupakan seri Redmi pertama yang menggunakan dua kamera depan dan dua belakang.

    "Kami memakai teknologi flagship di Redmi Note 6 Pro," ujar Steven Shi, Country Manager Xiaomi Indonesia, di Ballroom Raffles Hotel, Selasa, 6 November 2018.

    Shi menjelaskan, smartphone ini memiliki sensor Dual Pixel 12 megapiksel dan sensor kedalaman 5 megapiksel di bagian belakang. Juga memiliki dua kamera depan dengan sensor 20 ditambah 2 megapiksel.

    2. Gempa Mamasa Dipicu Sesar Saddang, Terjadi 3 Gempa Susulan

    Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengidentifikasi pemicu gempa tektonik di Mamasa, Sulawesi Barat. "Dugaan kuat sesar aktif yang menjadi pembangkit gempa ini adalah Sesar Saddang," kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, Selasa, 6 November 2018.

    Wilayah Kabupaten Mamasa terguncang getaran gempa tektonik pada Selasa, 6 November 2018, pukul 01.35.54 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa ini berkekuatan M = 5,5. Setelah pemutakhiran data kekuatan gempanya menjadi M = 5,2. Gempa yang bertitik di darat itu tidak menimbulkan tsunami.

    Episenter gempa terletak pada koordinat 2,93 LS dan 119,42 BT. "Atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 kilometer arah timur Kota Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat," ujar Daryono lewat keterangan tertulis, Selasa 6 November 2018. Sumber gempa berkedalaman 10 kilometer.

    3. Ternyata Inilah Penyebab Artikel dan Video Bisa Viral

    Tak jarang sebuah berita atau video menjadi viral. Yang membuatnya populer tentu saja pembaca. Namun bagaimana para pembaca memutuskan membaca lalu menyebarkannya? Jawabannya ada dalam artikel berjudul "A Neural Model of Valuation and Information Virality" yang terbit dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

    Menurut studi tersebut, seseorang membagikan artikel dengan tujuan membuatnya terlihat baik atau bisa meningkatkan ikatan sosial dengan kelompoknya. Tim peneliti dari Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat, menemukan fakta tersebut dari hasil pengamatan terhadap aktivitas otak 80 mahasiswa yang diminta membaca judul dan abstrak 80 artikel kesehatan di New York Times.

    "Semua artikel itu telah dibagi sebanyak 120 ribu kali lewat berbagai media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan surat elektronik oleh pembaca nyata," demikian menurut para peneliti dalam jurnal itu.

    Selain kabar tentang fakta menarik perilisan Xiaomi Redmi Note 6 Pro, tiga gempa susulan terjadi akibat Sesar Saddang, dan penyebab artikel dan video bisa viral, Anda bisa membaca berita hari ini lainnya hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.