BMKG: Ada Badai Kenanga, Gelombang Tinggi ke Mentawai dan Banten

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peringatan Badai Kenanga. Kredit: BMKG

    Peringatan Badai Kenanga. Kredit: BMKG

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisis kemunculan siklon atau badai tropis Kenanga, Ahad, 16 Desember 2018. Meskipun bergerak menjauhi wilayah Indonesia, dampaknya berpotensi menimbulkan gelombang tinggi perairan laut.

    Baca: Cuaca, BMKG: Hujan Lokal Guyur Jakarta Akhir Pekan Ini

    Wilayahnya meliputi Kepulauan Mentawai, Natuna, hingga selatan Banten. "Sekarang yang lagi aktif siklon tropis Kenanga," kata Kepala Sub Bidang Prediksi Cuaca BMKG Agie Wandala Putra, Ahad, 16 Desember 2018.

    Berdasarkan analisis BMKG 16 Desember 2018 pukul 01.00 WIB, posisi badai itu berada di Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu. Lokasinya di koordinat 8,9LS dan 90,8BT atau berjarak sekitar 1360 kilometer sebelah barat barat daya Kerinci.

    Badai itu mengarah ke barat dengan kecepatan 12 knots atau 22 kilometer per jam. Kekuatan badainya 35 knots atau sekitar 65 kilometer per jam.

    Adapun prakiraan 24 jam per 17 Desember 2018 pukul 01.00 WIB, posisi siklon masih di Samudera Hindia barat daya Bengkulu pada koordinat 11,1LS dan 88,8BT atau sekitar 1.680 km sebelah barat daya Kerinci.

    Badai mengarah ke barat daya dengan kecepatan gerak 7 knots atau 13 kilometer per jam dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Kekuatan badainya bertambah menjadi 45 knots atau 85 kilometer per jam.

    Agie mengatakan, dampak siklon tropis Kenanga menimbulkan gelombang laut setinggi 2,5 - 4 meter di perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Enggano, Samudera Hindia barat Mentawai, hingga selatan Banten, dan Laut Natuna utara.

    Simak artikel lain tentang peringatan Badai Kenanga BMKG di kanal Tekno Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.