Surabaya Kembangkan Aplikasi GoBis untuk Pantau Suroboyo Bus

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surabaya luncurkan aplikasi GoBis untuk memantau Surobyo Bus. Kredit: Youtube/Dishub Surayaba

    Surabaya luncurkan aplikasi GoBis untuk memantau Surobyo Bus. Kredit: Youtube/Dishub Surayaba

    TEMPO.CO, Surabaya - Untuk memudahkan perjalanan warga Surabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengembangkan aplikasi GoBis (Golek Bis) untuk mendeteksi dan memantau posisi terakhir Suroboyo Bus dan bus tingkat saat beroperasi. Aplikasi tersebut bisa diunduh secara gratis di smartphone.

    Baca: Ada Fitur Ubah dan Batalkan Perjalanan di Aplikasi KAI Access

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 26 Desember 2018, mengatakan aplikasi ini rencananya akan digabungkan dengan aplikasi GoParkir dan beberapa aplikasi lainnya.

    "Untuk menunjang smart city, kami memang berencana untuk menggabungkan dan saat ini terus kami kembangkan," katanya.

    Menurut dia, dalam aplikasi itu termuat informasi tentang rute Suroboyo Bus dilengkapi peta digital 'real time' dengan perkiraan tiba bus di halte, serta beberapa informasi lainnya.

    "Dengan menggunakan aplikasi GoBis, penumpang yang menunggu bisa mengetahui posisi terakhir dari bus tersebut," katanya.

    Selain itu, lanjut dia, di aplikasi GoBis itu juga termuat informasi tentang 'e-ticketing' bus AKDP maupun AKAP, juga informasi tentang angkutan umum mikrolet atau lyn.

    Pemerintah Kota Surabaya sendiri saat ini menambah 10 unit armada Suroboyo Bus untuk melengkapi angkutan umum massal di Kota Pahlawan. Dengan demikian, lanjut dia, Pemkot Surabaya sudah memiliki 20 bus angkutan umum, 18 di antaranya Suroboyo Bus, dan dua unit lagi adalah "double decker" atau bus bertingkat.

    Irvan menambahkan penambahan 10 unit baru armada Suroboyo Bus ini bukan hanya persoalan transportasi semata. Namun, lebih dari itu untuk lingkungan, karena nanti diharapkan masyarakat yang biasanya memakai mobil pribadi, bisa beralih ke angkutan umum ini. "Ketika angkutan umum ini bisa menjadi alternatif, maka jalan tidak akan macet. Nah, ketika jalan tidak macet, maka perekonomian pun akan lancar, efisiensi kota jadi lebih baik," ujarnya.

    Bahkan ia juga berharap para pelajar yang masih belum memiliki Surat Izin mengemudi (SIM) dan belum cukup umur untuk membawa kendaraan sendiri, maka diharapkan menggunakan angkutan umum ini, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan. "Jadi, ini untuk keselamatan juga," katanya.

    Selain menambah armada Suroboyo Bus, lanjut dia, pihaknya juga akan menambah delapan halte bus pada tahun 2019 mendatang. Delapan halte itu rencananya akan dibangun di depan UIN, Royal, depan Joyoboyo, Mayjen Sungkono depan KPU, Mayjen Sungkono sebelah SPBU, HR Muhammad sekitar Masjid At-taqwa, Dharmawangsa sekitar rumah sakit Dr Soetomo, Kertajaya Indah sebelah bundaran ITS.

    Simak artikel lainnya tentang aplikasi GoBis di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.