5 Aplikasi Alternatif Pengganti WhatsApp, Ada 2 dari Indonesia

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi WhatsApp. (cdn.kalingatv.com)

    Ilustrasi WhatsApp. (cdn.kalingatv.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski sangat populer, WhatsApp bukanlah aplikasi pesan yang terbaik. Menurut laman businesstoday, Kamis, 3 Januari 2019, aplikasi besutan Facebook itu masih memiliki kekurangan di beberapa area yang dilupakan dan dapat mengakibatkan keamanan privasi pengguna terancam.

    Baca juga: 2019, Sederet Ponsel Nokia Ini Tak Bisa Pakai WhatsApp Lagi

    Selain itu, aplikasi pesan WhatsApp juga dikabarkan akan menghadirkan iklan dalam fitur stastusnya. Hal itu membuat banyak pengguna menyatakan tidak lagi akan menggunakan aplikasi itu. Munculnya iklan memungkinkan pengguna terganggu saat menggunakannya.

    Tempo berusaha merangkum aplikasi alternatif sebagai pengganti WhatsApp, berikut aplikasi tersebut:

    Baca juga: WhatsApp Jadi Aplikasi Teratas 2018, Diunduh 779 Juta Kali

    1. Callind (Calling Indonesia)

    Callind. callind.com

    Callind atau kependekan dari Calling Indonesia merupakan aplikasi chatting atau pesan anak Indonesia. Aplikasi tersebut dibuat oleh seorang wanita yang berasal dari Kebumen, Jawa Tengah Novi Wahyuningsih.

    Aplikasi buatan wanita 26 tahun itu menawarkan fitur chatting seperti mengirim pesan, telepon, video call dan berbagi bermacam-macam file dalam aplikasi. Kemudian dilengkapi juga dengan fitur untuk memasang iklan dan layanan jual beli produk yang memudahkan dalam aktivitas ekonomi.

    Dalam keterangan aplikasi di Google Play Store, aplikasi yang dirilis pada Mei 2016 itu dikembangkan untuk menjawab kebutuhan berkomunikasi, bukan untuk sekadar untuk chat saja. Serta memuhi kebutuhan komunikasi masyarakat yang terus berkembang dan menginginkan yang baru.

    2. NU Mobile

    NU Mobile. play.google.com

    NU Mobile merupakan aplikasi pesan yang dibuat oleh salah satu organisasi islam di Indonesia, Nahdlatul Ulama. Aplikasi yang dirilis pada November 2017 itu dilengkapi dengan fitur telekomunikasi berbasis simless.

    Berdasarkan keterangan aplikasi di Google Play Store, NU Mobile juga terintegrasi dengan aplikasi yang berisi konten-konten penyedia kebutuhan dan keinginan masyarakat. Serta disertai dengan digital identity, aplikasi tersebut sudah diunduh lebih dari 100 ribu kali.

    3. LINE

    Line. itunes.apple.com

    Aplikasi pesan LINE merupakan aplikasi pesan yang kompleks. Aplikasi tersebut menyediakan fitur bertukar pesan, panggilan suara dan video, stiker menarik dan sebagai alat pembayaran. Apalikasi dikembangkan oleh developer bernama LINE Corporation.

    Aplikasi yang khas dengan stiker beruang itu diklai menjadi aplikasi nomor satu yang sering diunduh di 52 negara. Dalam keterangan aplikasi di Google Play Store, aplikasi yang dirilis Juni 2011 itu, sudah diunduh oleh lebih dari 500 juta kali.

    4. BlackBerry Messenger (BBM)

    BlackBerry Messenger

    Sesuai dengan namanya, aplikasi awalnya hanya digunakan untuk smartphone BlackBerry. Namun, setelah berkembangnya Android dan membuat nyaman pengguna BBM, maka dibuatlah BBM versi Android. Secara umum, BBM memiliki berbagai fitur yang dimiliki aplikasi serupa.

    Keunggulan BBM adalah kemampuan mengirim broadcast message atau pesan berantai yang cepat dan mudah. Dalam Google Play Store, BBM sudah diunduh oleh lebih dari 100 juta pengguna.

    Secara umum, BBM dapat digunakan untuk mengirim pesan, panggila telepon dan video, serta menjaga privasi pengguna dengan Pin BBM. Selain itu, aplikasi juga dilengkapi dengan banyak stiker lucu dab emoji, fitur berita terbaru, nonton live TV dan video.

    5. Telegram

    Ilustrasi Telegram. Lifewire.com

    Telegram merupakan aplikasi pesan besutan developer Telegram FZ-LLC. Aplikasi ini menjadi olah pesan instan murni, sederhana, cepat, aman, dan dapat sinkron dengan semua perangkat.

    Dalam Google Play Store, Telegram adalah aplikasi perpesanan tercepat yang menghubungkan orang-orang melalui jaringan pusat data yang unik dan terdistribusi di seluruh dunia. Dan memiliki lebih dari 200 juta pengguna aktif dalam empat tahun.

    Selain bertukar pesan, pengguna juga dapat saling mengirim media dan file, tanpa batasan pada jenis dan ukurannya. Seluruh riwayat obrolan tidak memerlukan ruang disk pada perangkat, dan akan disimpan dengan aman di cloud Telegram selama pengguna masih membutuhkannya.

    Baca juga: Smartphone Ini Bakal Tak Bisa Pakai WhatsApp, Smartphone Anda?

    Simak artikel menarik lainnya seputar aplikasi pesan alternatif pengganti WhatsApp hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.